Bandung (BRS) – Provinsi Jawa Barat kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet utama investasi nasional sepanjang 2025.
Data Kementerian Investasi/BKPM RI mencatat, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun, atau 109,9 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, naik 18,21 persen dibandingkan realisasi investasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp251,14 triliun.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi perekonomian daerah di tengah dinamika dan tantangan global. Menurutnya, keberhasilan melampaui target investasi menegaskan kepercayaan investor terhadap Jawa Barat.
“Realisasi investasi yang melampaui target ini menunjukkan bahwa Jawa Barat tetap menjadi destinasi utama investasi nasional,” kata Dedi Mulyadi, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, tingginya minat investasi tidak lepas dari upaya kolektif dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus memastikan kemudahan dan keamanan berinvestasi sehingga kepercayaan investor tetap terjaga.
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp147,02 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp149,8 triliun. Komposisi yang relatif seimbang ini menjadi indikator kuat bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ditopang oleh investasi asing sekaligus domestik.
Keseimbangan tersebut, menurut Dedi Mulyadi, menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak bergantung pada satu sumber modal semata, melainkan diperkuat oleh pelaku usaha nasional.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masuknya investasi dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
Pemprov Jabar juga terus melakukan pembenahan melalui penyederhanaan perizinan, perbaikan birokrasi, serta penguatan infrastruktur pendukung investasi, termasuk kawasan industri dan konektivitas antarwilayah.
Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan ekonomi melalui investasi akan tetap berjalan seiring dengan komitmen menjaga lingkungan dan kearifan lokal.
“Jawa Barat terbuka bagi investasi, tetapi tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” tutupnya.












