Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat transformasi layanan transportasi kereta api dengan menghadirkan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) pada KA Bangunkarta dan KA Singasari. Pembaruan ini resmi berlaku mulai 15 April 2026 dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kenyamanan perjalanan kereta api jarak jauh di Indonesia.
Penggunaan rangkaian generasi terbaru ini diterapkan pada KA Bangunkarta relasi Pasarsenen–Jombang (pp) serta KA Singasari relasi Pasarsenen–Blitar (pp). Dengan pembaruan tersebut, KAI menargetkan pengalaman perjalanan pelanggan menjadi lebih modern, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas saat ini.
KA Bangunkarta sendiri kini hadir dengan komposisi rangkaian yang menggabungkan dua kelas layanan dalam satu perjalanan, yaitu kelas eksekutif dan ekonomi. Dalam satu rangkaian terdapat empat kereta eksekutif (K1) Stainless Steel New Generation dengan total 200 tempat duduk, serta lima kereta ekonomi (K3) dengan kapasitas 360 tempat duduk. Rangkaian ini juga dilengkapi satu kereta makan dan satu kereta pembangkit.
Perbedaan kelas tersebut berpengaruh langsung pada variasi harga tiket yang ditampilkan di Access by KAI. Untuk relasi Jombang–Pasarsenen (pp), tiket kelas ekonomi dibanderol mulai Rp330.000, sedangkan kelas eksekutif berada di kisaran Rp470.000. Skema ini memberi fleksibilitas bagi pelanggan untuk menyesuaikan pilihan perjalanan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Kombinasi kelas tersebut memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam memilih layanan, sekaligus mendukung optimalisasi kapasitas angkut. Kehadiran dua kelas dalam satu rangkaian juga memungkinkan masyarakat dari berbagai segmen tetap dapat mengakses layanan kereta api dengan pilihan yang lebih beragam.

Dari sisi kenyamanan, rangkaian Stainless Steel New Generation menghadirkan berbagai peningkatan signifikan. Kursi penumpang dirancang lebih ergonomis, ruang kaki lebih luas, serta interior kabin yang lebih modern. Pencahayaan dan sirkulasi udara juga ditingkatkan untuk menunjang perjalanan jarak jauh agar tetap nyaman.
Dalam keterangannya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa modernisasi sarana ini merupakan bagian dari program besar pengadaan armada baru.
“KAI menjalankan program pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation dari PT INKA (Persero) hingga akhir 2026. Hingga saat ini, sebanyak 391 kereta telah terealisasi dan mulai digunakan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan pelanggan,” kata Anne, Rabu (15/4/2026).
Peningkatan layanan ini sejalan dengan tren pertumbuhan jumlah pelanggan. Pada Triwulan I 2026, KA Bangunkarta melayani 108.711 pelanggan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 100.703 pelanggan. Sementara itu, KA Singasari mencatat 110.405 pelanggan, naik dari 97.008 pada Triwulan I 2025.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, terutama untuk perjalanan antar kota dengan jarak menengah hingga jauh. Selain efisien, kereta api juga dinilai semakin kompetitif berkat peningkatan fasilitas dan layanan.
Tak hanya itu, keberhasilan transformasi layanan juga tercermin dari capaian Customer Satisfaction Index (CSI) KAI yang terus meningkat. Pada 2023, CSI berada di angka 4,47, lalu naik menjadi 4,52 pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 4,56 pada 2025.
Anne menambahkan, KAI terus menjadikan pengalaman pelanggan sebagai acuan utama dalam pengembangan layanan.
“Kami terus mendengarkan masukan pelanggan dan menjadikannya sebagai bagian dari evaluasi. Dari setiap perjalanan, kami memahami apa yang perlu ditingkatkan agar perjalanan berikutnya terasa lebih nyaman,” jelasnya.
Melalui modernisasi rangkaian kereta api ini, KAI tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah. Kehadiran KA Bangunkarta dan KA Singasari dengan rangkaian Stainless Steel New Generation diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, perjalanan menggunakan kereta api kini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan yang nyaman, aman, dan berkesan.








