Bandung (BRS) – Kinerja angkutan Commuter Line di wilayah Bandung selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 menunjukkan tren positif. KAI Commuter mencatat total volume pengguna di Area 2 Bandung mencapai 1.419.429 orang dalam periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.338.928 pengguna.
Peningkatan ini sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan Angkutan Lebaran untuk layanan Commuter Line di wilayah Bandung. Lonjakan penumpang terjadi merata di seluruh lintas layanan, seiring tingginya mobilitas masyarakat selama momentum mudik dan arus balik Lebaran.
Secara rinci, Commuter Line Bandung Raya menjadi penyumbang volume pengguna terbesar dengan total 817.698 orang. Disusul Commuter Line Walahar sebanyak 292.622 pengguna, serta Commuter Line Garut yang melayani 212.186 pengguna sepanjang masa Angleb 2026.
Tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel, yang dinilai lebih aman, nyaman, serta efisien dalam menghadapi kepadatan lalu lintas selama periode Lebaran.
Puncak Pergerakan dan Rekor Harian
Selama masa Angleb 2026, KAI Commuter juga mencatat adanya lonjakan signifikan pada puncak pergerakan harian penumpang. Tanggal 23 Maret 2026 menjadi hari dengan volume pengguna tertinggi, yakni mencapai 87.500 orang. Sementara itu, pada 24 Maret 2026, jumlah pengguna tercatat sebanyak 86.862 orang.
Capaian tersebut melampaui rekor puncak volume pengguna harian pada Angleb 2025 yang berada di angka 83.724 orang. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, khususnya di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Manager Public Relation KAI Commuter, Leza Arlan menyampaikan, bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan perusahaan, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun pelayanan kepada pengguna.
“Selama masa Angkutan Lebaran 2026, kami melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menggunakan Commuter Line. Hal ini menjadi indikator bahwa transportasi publik semakin menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya untuk perjalanan jarak pendek dan menengah,” kata Leza di Bandung, Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan bahwa KAI Commuter telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan pengguna, mulai dari penambahan perjalanan, optimalisasi rangkaian kereta, hingga peningkatan petugas pelayanan di stasiun.
“Kami juga terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan. Peningkatan volume ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan,” lanjutnya.
Komitmen Layanan dan Evaluasi ke Depan
Keberhasilan penyelenggaraan Angleb 2026 di wilayah Bandung menjadi bukti bahwa integrasi layanan dan kesiapan operasional mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi. Selain itu, dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan stakeholder transportasi lainnya, turut berkontribusi dalam kelancaran layanan.
KAI Commuter juga memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kapasitas angkut, penguatan sistem informasi perjalanan, serta pengembangan fasilitas di stasiun.
Dengan capaian ini, KAI Commuter optimistis tren positif penggunaan transportasi publik akan terus berlanjut, tidak hanya pada periode Lebaran, tetapi juga dalam aktivitas harian masyarakat.
“Ke depan, kami berharap Commuter Line dapat semakin menjadi solusi mobilitas masyarakat yang andal, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan emisi di wilayah perkotaan,” pungkas Leza.








