Padat Karya Bandung 2026: Ribuan Warga Rentan Diserap, Daya Beli Didorong

Pemkot Bandung Siapkan Program Padat Karya Tematik

Bandung (BRS) – Pemerintah Kota Bandung mengakselerasi penanggulangan pengangguran melalui program padat karya tematik tahun 2026. Sedikitnya 8.592 tenaga kerja ditargetkan terserap, dengan prioritas utama masyarakat miskin dan kelompok rentan yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menegaskan program ini dirancang sebagai bantalan sosial-ekonomi di tengah tekanan biaya hidup.

“Program ini bertujuan mengurangi tekanan ekonomi pada kelompok rentan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya saat peluncuran padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi di Taman Saturnus, Senin (13/4/2026).

Menurut Yayan, komposisi target tenaga kerja berasal dari berbagai jalur perencanaan partisipatif. Sebanyak 6.210 orang merupakan usulan Musrenbang, 1.950 orang dari hasil reses, dan 432 orang dari program reguler. Skema ini, kata dia, memastikan program menyentuh kebutuhan riil warga di tingkat kewilayahan.

Disiapkan 15 Paket Kegiatan

Pada tahap awal pelaksanaan, 15 paket kegiatan digelar serentak dengan melibatkan 794 peserta yang tersebar di 15 kelurahan dan 7 kecamatan. Setiap paket diikuti 50 peserta dengan dukungan tenaga pendamping. Kegiatan berlangsung selama 10 hari, mulai 13 hingga 23 April 2026, dengan jam kerja pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Selain memberikan kesempatan kerja sementara, program ini juga menjamin aspek perlindungan sosial. Peserta menerima upah harian sebesar Rp175.061, lengkap dengan fasilitas makan dan perlengkapan kerja.

“Seluruh peserta didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, sehingga terlindungi jika terjadi risiko kerja,” kata Yayan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebelumnya menegaskan bahwa sasaran program difokuskan pada warga dalam kategori desil 1 hingga 5 atau kelompok berpenghasilan rendah. Mekanisme pendaftaran dilakukan melalui kelurahan setempat untuk memastikan ketepatan sasaran.

“Program ini kita fokuskan untuk warga yang benar-benar membutuhkan dan belum memiliki pekerjaan,” ujar Farhan. Ia menambahkan, intervensi ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kapasitas kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi.

Pemkot Bandung berharap program padat karya tematik mampu memberikan efek berganda, baik dalam menekan angka pengangguran maupun menggerakkan ekonomi lokal di tingkat komunitas. Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis kebutuhan warga, program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *