Bandung (BRS) – Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menjadi titik temu para guru besar dari berbagai perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH) di Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dewan Guru Besar PTNBH 2026.
Forum yang berlangsung pada 18-20 Juni 2026 itu tidak sekadar menjadi ajang pertemuan akademisi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah baru pendidikan tinggi yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berintegritas.
Mengusung tema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan”, Rakernas akan mempertemukan pimpinan dan delegasi guru besar dari 24 PTNBH se-Indonesia di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung.
Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini. Kampus tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang yang mampu menjaga kesehatan fisik, mental, sosial, hingga lingkungan bagi seluruh sivitas akademika.
Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran, Prof. Atwar Bajari, mengatakan isu kampus sehat kini menjadi agenda penting dalam pembangunan pendidikan tinggi nasional.
“Kampus sehat tidak dapat dipahami secara sempit hanya sebagai layanan kesehatan. Kampus sehat adalah kesatuan antara kesehatan fisik, mental, sosial, ekologis, etika akademik, dan integritas kelembagaan,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Unpad, Selasa (16/6/2026).
Menurut Atwar, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan lingkungan akademik yang produktif sekaligus manusiawi. Dengan demikian, kampus dapat menjadi ruang yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Forum nasional tersebut juga diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Kuliah Bestari yang mengangkat berbagai perspektif mengenai kampus sehat. Sejumlah pakar dari Unpad akan membahas isu kesehatan fisik, rehabilitasi, hingga kesehatan mental mahasiswa di era digital yang semakin kompleks.
Selain itu, Rakernas akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto dijadwalkan membuka forum sekaligus menyampaikan pidato kunci mengenai arah pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dalam memperkuat kampus yang sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara akan memaparkan strategi pembangunan kawasan transmigrasi untuk mendorong kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi baru. Kehadiran kementerian tersebut memperluas pembahasan Rakernas, terutama terkait kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan wilayah dan penguatan sumber daya manusia.
Selama forum berlangsung, para guru besar akan membahas sejumlah isu strategis melalui rapat komisi. Topik yang menjadi perhatian meliputi pengembangan karakter dan jati diri bangsa, penguatan keilmuan dan pemikiran strategis, pengembangan sumber daya insani perguruan tinggi, hingga penguatan norma, etika, budaya akademik, dan integritas moral.
Hasil pembahasan dari berbagai komisi tersebut akan dirumuskan dalam sidang pleno sebagai rekomendasi resmi MDGB PTNBH 2026.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Rakernas ini diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan-gagasan besar dari para guru besar Indonesia untuk menjawab tantangan zaman. Melalui forum tersebut, perguruan tinggi didorong semakin aktif mengambil peran dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang sehat, bermartabat, dan mampu menjadi motor pembangunan bangsa yang berkelanjutan.








