Tarik Lokomotif 80 Ton, Cara Unik KAI Daop 2 Rayakan Kemerdekaan

Bandung (BRS) – Ada cara tak biasa yang dilakukan insan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bukan hanya lomba tradisional, para pegawai KAI Daop 2 Bandung ditantang menarik lokomotif seberat sekitar 80 ton.

Lomba tersebut menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian dalam rangkaian perayaan kemerdekaan di lingkungan KAI Daop 2 Bandung. Puluhan pegawai harus mengerahkan tenaga sekaligus menyatukan gerakan untuk menggerakkan lokomotif.

Meski terlihat mengandalkan kekuatan fisik, lomba tarik lokomotif sejatinya menjadi gambaran pentingnya kekompakan dalam pekerjaan. Beban seberat puluhan ton tentu tidak mungkin digerakkan oleh satu orang. Dibutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama seluruh peserta agar lokomotif dapat bergerak.

EVP Daop 2 Bandung PT KAI, Hendra Wahyono, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas bukan sekadar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarkaryawan.

“Tarik lokomotif ini bukan hanya soal siapa yang paling kuat. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa bergerak bersama, saling mendukung, dan menjaga kekompakan. Nilai itulah yang ingin kami bangun di lingkungan KAI Daop 2 Bandung,” ujar Hendra, Selasa (18/8/2026).

Menurut Hendra, semangat gotong royong yang terlihat dalam lomba tersebut memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas operasional perkeretaapian. Dalam menjalankan layanan kereta api, setiap bagian memiliki peran masing-masing dan harus bekerja secara terintegrasi.

“Kereta api tidak bisa berjalan hanya dengan satu orang atau satu unit kerja. Ada banyak bagian yang harus bergerak bersama. Karena itu, kebersamaan dan kolaborasi menjadi kekuatan utama kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Selain menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, lomba tarik lokomotif juga menjadi sarana membangun hubungan yang lebih dekat di antara pegawai. Suasana kompetisi yang berlangsung secara sportif membuat para peserta dapat berinteraksi dalam suasana berbeda dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Semangat kebersamaan itu kemudian diperkuat melalui sejumlah kegiatan lain, termasuk Cek Lintas Kemerdekaan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, prasarana, dan peralatan operasional kereta api tetap siap mendukung perjalanan.

KAI Daop 2 Bandung juga menggelar lomba pemasangan Emergency Rail Bridge (ERB). Berbeda dengan tarik lokomotif yang menonjolkan kekompakan fisik, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana meningkatkan keterampilan teknis dan kesiapan pegawai dalam menangani kondisi tertentu pada prasarana perkeretaapian.

Hendra berharap semangat yang muncul dari seluruh rangkaian kegiatan kemerdekaan tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Nilai gotong royong, disiplin, kerja sama, dan pantang menyerah diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja insan KAI.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita bawa dalam pekerjaan. Ketika seluruh insan KAI kompak dan bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah dihadapi,” tuturnya.

Lomba tarik lokomotif 80 ton pun menjadi simbol sederhana tentang bagaimana kekuatan bersama dapat menghasilkan sesuatu yang sulit dilakukan secara individu. Dari perayaan kemerdekaan, insan KAI Daop 2 Bandung kembali diingatkan bahwa pelayanan kereta api juga membutuhkan satu kekuatan utama: bekerja dan bergerak bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *