UMKM Bandung Didorong Naik Kelas: Tak Cukup Hanya Punya Produk, Harus Terlihat di Pasar Digital

Bandung (BRS) – Produk yang enak, kemasan menarik, dan usaha yang sudah memiliki legalitas belum tentu cukup untuk membuat sebuah UMKM berkembang. Di tengah perubahan pola konsumen, pelaku usaha juga dituntut mampu membuat produknya ditemukan dan dikenal di ruang digital.

Pemerintah Kota Bandung pun mendorong pelaku usaha mikro tidak lagi hanya mengandalkan penjualan dari rumah atau lingkungan sekitar. Melalui program Marema (Maju Sareng Digital Marketing Utama), pelaku UMKM didorong memahami pemasaran digital sekaligus mempraktikkannya dalam mengembangkan usaha.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengatakan, perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi hingga melakukan transaksi membuat pemasaran digital semakin penting bagi pelaku usaha.

“Digital marketing pada dasarnya adalah sarana untuk menceritakan keunggulan produk sebenarnya kepada masyarakat,” ujar Erwin saat menghadiri kegiatan Marema dan pemberian legalitas NIB serta halal bagi pelaku usaha di Kecamatan Cibeunying Kaler, Kamis (17/9/2026).

Menurut Erwin, keberadaan produk di kanal digital harus dibarengi kualitas. Foto atau tampilan produk memang menjadi pintu pertama untuk menarik perhatian calon konsumen, tetapi kualitas barang dan pelayanan yang diterima akan menentukan apakah konsumen kembali membeli.

Karena itu, ia meminta pelatihan Marema tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Pengetahuan yang diperoleh peserta harus diterapkan, kemudian dievaluasi dan didampingi agar terlihat dampaknya terhadap perkembangan usaha.

“Mari kita jadikan teknologi sebagai jalan untuk menumbuhkan usaha, memperluas pasar dan memperkuat kemandirian para pelaku UMKM,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Budhi Rukmana menilai perubahan pola pemasaran tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab pelaku usaha.

“Marema ini sebuah keniscayaan, sebuah keharusan, sebuah tantangan yang harus dijawab oleh pelaku usaha. Karena sekarang zamannya sudah berubah, trennya sudah berbeda,” ujar Budhi.

Ia mengatakan, pelaku UMKM perlu mulai meninggalkan ketergantungan pada lokasi usaha dan pasar di sekitar tempat tinggal. Produk yang masuk ke kanal digital memiliki peluang menjangkau konsumen lebih luas.

Pemkot Bandung sendiri menyiapkan sejumlah dukungan, mulai pelatihan, pendampingan, pemasaran hingga fasilitasi pembiayaan. Sebanyak 30 pendamping usaha mikro juga ditempatkan di 30 kecamatan untuk membantu pelaku usaha dalam pengembangan bisnis, pembukuan hingga pemasaran.

Salah satu fasilitas pemasaran yang disiapkan adalah Sarana Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Salapak), yang menjadi ruang pemasaran produk UMKM yang telah dikurasi.

Namun, Budhi menilai ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada berapa banyak pelaku usaha yang mengikuti pelatihan.

Ia ingin ada data yang menunjukkan perubahan kondisi usaha sebelum dan sesudah mengikuti Marema.

“Saya ingin data dari Marema ini punya data yang pasti, dari sejak yang pertama sampai sekarang berapa jumlah yang sudah dilatih dan apa perbedaan atau perubahannya, before after-nya,” katanya.

Bagi pelaku UMKM, tantangan berikutnya adalah mengubah materi pelatihan menjadi kebiasaan. Asisten Manager Mega Vision Kota Bandung Kiki Rizkiana mengatakan peserta akan dibekali kemampuan membuat konten dan mengunggah foto produk agar lebih menarik perhatian calon konsumen.

“Bagaimana kita bisa membuat posting atau mengunggah gambar semenarik mungkin supaya banyak yang datang, singgah di toko online Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu semua,” ujarnya.

Pendampingan juga akan dilanjutkan melalui grup WhatsApp sehingga peserta dapat berkonsultasi ketika menemukan kendala saat mempraktikkan pemasaran digital.

Dengan demikian, Marema tidak hanya diarahkan membuat pelaku UMKM mengenal pemasaran digital, tetapi juga mendorong mereka benar-benar menggunakannya. Di saat yang sama, legalitas NIB dan sertifikasi halal yang diberikan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian lain dari upaya memperkuat fondasi usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *