Bantuan BNPB Tiba di Pulau Palue, Warga Terdampak Gempa Mulai Diperkuat

Sikka (BRS) – Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dikebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan menyalurkan logistik dan kebutuhan dasar melalui jalur laut untuk memastikan bantuan dalam jumlah besar dapat segera menjangkau warga di wilayah kepulauan tersebut.

Bantuan tahap kedua tiba di Pulau Palue pada Senin (17/8) sore menggunakan KMP Ile Ape. Kapal tersebut bersandar sekitar pukul 17.20 WITA dengan membawa berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari hunian sementara hingga bahan pangan dan perlengkapan kesehatan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, distribusi bantuan terus dilakukan meski kondisi medan dan akses menuju lokasi terdampak masih menghadapi berbagai kendala.

“BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Tantangan akses tidak boleh menjadi penghalang untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,” kata Berton dalam keterangannya.

Dalam pengiriman kali ini, BNPB membawa 150 tenda keluarga, 400 matras, enam genset beserta masing-masing jerigen bahan bakar berkapasitas 20 liter, 10 boks peralatan listrik, 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras, 300 selimut, 100 paket hygiene kits, 100 paket kidsware, serta 150 liter minyak goreng.

Bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari pengiriman tahap pertama pada Minggu (16/8) menggunakan speedboat milik Polair. Setelah kapal tiba, logistik langsung dibongkar dan diterima Sekretaris Camat Palue Maria Bernadeta Roja untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak.

Distribusi menuju sejumlah titik di Pulau Palue bukan perkara mudah. Kerusakan jalan akibat gempa magnitudo 7,7 membuat perjalanan darat menjadi tantangan tersendiri. Tim gabungan tetap bergerak melewati jalur yang rusak agar bantuan tidak berhenti di titik kedatangan kapal.

Selain logistik, penanganan dampak gempa juga menyasar kebutuhan energi dan kesehatan. Dari enam gardu distribusi yang terdampak, empat gardu telah kembali menyala hingga Senin pukul 17.00 WITA. Sementara dua gardu lainnya masih dalam proses perbaikan oleh PLN UP3 Flores Bagian Timur.

Dukungan kesehatan turut diperkuat dengan obat-obatan serta delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan untuk membantu pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Berton menegaskan, penggunaan jalur laut menjadi strategi penting dalam mempercepat distribusi bantuan ke wilayah kepulauan. Moda ini memungkinkan pengiriman logistik dalam jumlah besar, sementara transportasi udara tetap dimanfaatkan untuk mendukung mobilisasi bantuan dan akses ke wilayah terdampak.

“Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memantau kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan lanjutan di lapangan,” ucapnya.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan dan unsur terkait akan melanjutkan penanganan darurat hingga kebutuhan masyarakat terdampak di Pulau Palue terpenuhi secara bertahap dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *