Warga Nagari Pasaman Barat Mulai Beralih ke e-Voting, 58 TPS Berjalan Lancar

Pasaman Barat (BRS) – Proses pemilihan di tingkat nagari mulai memasuki babak baru di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Untuk pertama kalinya, pemungutan suara Wali Nagari dilakukan dengan sistem electronic voting (e-Voting), memberi pengalaman berbeda bagi warga yang selama ini terbiasa menggunakan surat suara konvensional.

Pelaksanaan Pilwana Serentak 2026 tersebut mendapat dukungan teknologi dari PT Inti Konten Indonesia (PT INTENS), anak perusahaan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI (Persero). Sistem e-Voting diterapkan sebagai bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta PT INTENS.

Pada tahap awal, pemungutan suara elektronik dilaksanakan di 58 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari target cakupan 87 nagari di Pasaman Barat.

Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, menilai pelaksanaan perdana tersebut berjalan sesuai harapan. Saat meninjau langsung proses pemungutan suara di Air Bangis, Kamis (17/9/2026), ia menyebut penerapan teknologi tersebut dapat menjadi pengalaman bagi nagari lain.

“Alhamdulillah pelaksanaan pemilihan Wali Nagari perdana di Nagari Air Bangis dan Ujung Gading berjalan dengan aman, lancar, dan mudah-mudahan nantinya bisa menjadi contoh bagi nagari lainnya,” kata Yulianto.

Penggunaan e-Voting membuat proses pemilihan berlangsung melalui perangkat elektronik interaktif yang disediakan di TPS. Setelah waktu pemungutan suara berakhir, sistem juga mendukung proses penghitungan dan rekapitulasi suara secara digital.

Bagi warga, perubahan tersebut menghadirkan proses pemilihan yang relatif berbeda dari mekanisme pencoblosan surat suara. Kepraktisan penggunaan perangkat digital menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian masyarakat saat mengikuti pemilihan.

Sementara itu, Direktur PT INTENS Rizqi Ayunda Pratama mengatakan respons warga menjadi salah satu catatan penting dari pelaksanaan Pilwana dengan sistem digital tersebut. Menurut dia, warga tidak hanya menerima teknologi itu, tetapi juga menunjukkan rasa ingin tahu untuk mencoba mekanisme pemilihan yang berbeda.

“Kami melihat antusiasme warga meningkat ketika mereka mengetahui bahwa Pilwana kali ini menggunakan perangkat digital dari PT INTENS. Masyarakat terlihat penasaran sekaligus tertarik untuk mencoba proses pemilihan yang lebih praktis dan modern,” kata Rizqi, dikutip dari keterangan resminya, Senin (21/9/2026).

Ia menilai respons tersebut menunjukkan bahwa teknologi e-Voting mulai dapat diterima dan dipahami dalam konteks pemilihan di tingkat nagari.

Dalam pelaksanaan Pilwana Pasaman Barat 2026, PT INTENS bertindak sebagai pemegang hak lisensi teknologi e-Voting dari BRIN sekaligus penyedia ekosistem solusi digital yang digunakan dalam proses pemungutan suara.

Direktur PT INTI (Persero) Herry Jasman mengatakan penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan, termasuk pada proses demokrasi di tingkat lokal.

“Keberhasilan Pilwana Pasaman Barat 2026 menjadi wujud nyata komitmen INTI Group melalui PT INTENS untuk membawa demokrasi tingkat desa naik kelas. Melalui penerapan teknologi e-Voting yang tangguh, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan, kami tidak hanya mempercepat proses perhitungan suara, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan,” ucapnya.

Pelaksanaan e-Voting di Pasaman Barat juga mempertemukan teknologi yang dikembangkan melalui ekosistem riset nasional dengan kebutuhan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penerapan teknologi digital dalam proses pemilihan di tingkat nagari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *