Bandung (BRS) – Upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan mendapat apresiasi melalui IWEB Award 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan IWEB Financial Literacy and Education Partnership Award 2026 dalam ajang yang digelar di Bandung, Rabu (29/7) lalu.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi OJK Jawa Barat dalam membangun kolaborasi untuk memperkuat literasi dan edukasi keuangan sekaligus meningkatkan pelindungan konsumen.
Dalam ketetangannya, Sabtu (8/8), Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengungkapkan bahwa dirinya menerima langsung penghargaan tersebut pada malam penganugerahan. Bagi OJK, penghargaan itu menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, terutama media, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan.
Darwisman mengatakan, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari berbagai risiko keuangan.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan melalui penghargaan ini. Literasi keuangan adalah fondasi utama untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko kerugian keuangan, sekaligus membekali generasi muda agar mampu mengelola keuangan dengan bijak,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan edukasi keuangan semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Karena itu, penyampaian informasi yang mudah dipahami, relevan, dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat membutuhkan kolaborasi yang kuat.
Dalam konteks tersebut, keberadaan media menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan edukasi. OJK Jawa Barat menilai jurnalis ekonomi dan bisnis, termasuk yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB), memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai sektor jasa keuangan kepada masyarakat.
Melalui pemberitaan dan berbagai bentuk komunikasi publik, informasi mengenai literasi keuangan, inklusi keuangan, serta pelindungan konsumen dapat diterima masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami.
“Melalui penguatan kemitraan edukasi, kami bertekad memastikan pesan-pesan literasi keuangan dapat tersampaikan secara masif, inklusif, dan berkesinambungan,” kata Darwisman.
OJK Jawa Barat berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemicu untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara regulator, media, pemerintah, dan industri dinilai penting untuk menciptakan masyarakat yang semakin cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.
Dengan penguatan kolaborasi tersebut, edukasi keuangan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong perilaku finansial yang sehat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan di Jawa Barat.












