Bandung (BRS) – Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai motor inovasi ekonomi nasional melalui peluncuran dua agenda strategis: Kick Off West Java Economic Society (WJES) 2026 dan Gerakan Khatib Unggul Ekonomi dan Keuangan Syariah (Gaung Eksyar). Kegiatan yang berlangsung di Balai Pasundan, Gedung Bank Indonesia Bandung, Senin (27/4), menjadi simbol penguatan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
Acara dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muhammad Nur, serta Ketua ISEI Bandung Koordinator Jawa Barat Martha Fani Cahyandito, bersama unsur Forkopimda dan berbagai pemangku kepentingan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari fluktuasi harga energi hingga dinamika kebijakan moneter, ekonomi Jawa Barat tetap menunjukkan ketahanan. Pada 2025, pertumbuhan tercatat sebesar 5,32% (yoy), sementara inflasi pada Maret 2026 berada di level 3,60% (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhammad Nur, optimistis tren positif ini berlanjut.
“Perekonomian Jawa Barat pada 2026 diprakirakan tumbuh di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, didorong konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja sektor unggulan seperti industri pengolahan dan perdagangan,” ucapnya saat paparan.
Nur menambahkan, inflasi diproyeksikan tetap terkendali dalam sasaran nasional 2,5±1% (yoy), meski tetap dipengaruhi kebijakan harga pemerintah.
WJES 2026 hadir sebagai wadah strategis berbasis kolaborasi pentahelix dengan tema penguatan ketahanan dan transformasi ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. Forum ini mengangkat enam isu utama, yakni ekonomi hijau dan sirkular, ekonomi syariah, transformasi digital, ketahanan pangan, investasi dan infrastruktur, serta pemerataan pembangunan.
Sebagai langkah konkret, WJES membuka Call for Recommendative Papers (CFRP) 2026 yang mengundang akademisi dan peneliti menyusun rekomendasi kebijakan berbasis riset. Program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.
Sementara itu, peluncuran buku “52 Khutbah Jumat Ekonomi Syariah: Gaung Eksyar” menjadi inovasi dalam memperkuat literasi ekonomi syariah di masyarakat. Buku ini disusun oleh para pakar nasional seperti Adiwarman Azwar Karim, M. Syafii Antonio, dan Muhammad Cholil Nafis, serta memuat pendekatan kultural melalui penggunaan Bahasa Sunda.
Program Gaung Eksyar ditargetkan mampu meningkatkan literasi ekonomi syariah nasional dari 50,18% pada 2025 menjadi 70% pada 2030. Sejumlah tokoh turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah konkret memperkuat dakwah ekonomi berbasis nilai keumatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi tidak cukup dilihat dari angka, tetapi harus mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih produktif,” tegas Gubernur yang akrab disapa KDM.
KDM juga mengingatkan agar rekomendasi yang dihasilkan WJES tidak hanya bersifat konseptual, tetapi aplikatif dan berpijak pada realitas lapangan, khususnya dalam penguatan ekonomi desa, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau. Semangat kolaborasi ini ia gambarkan dengan filosofi Sunda, “sareunduk saigel sabogobot sapikahean.”
Sedangkan Ketua ISEI Bandung, Martha Fani Cahyandito, menyebut WJES sebagai “ritus intelektual” yang mempertemukan gagasan dan aksi nyata.
“Melalui sinergi ini, kita dorong penguatan ekosistem pangan berbasis desa, digitalisasi UMKM, hingga investasi padat karya demi mewujudkan Jawa Barat yang tangguh dan inklusif,” ujarnya.
Ke depan, rangkaian kegiatan WJES 2026 akan diperluas melalui sarasehan ekonomi di berbagai daerah, seperti Cirebon, Tasikmalaya, dan Bandung. Selain itu, masyarakat, akademisi, hingga pengelola masjid diajak aktif berkontribusi, baik melalui riset, edukasi, maupun implementasi ekonomi syariah di tingkat akar rumput.
Melalui sinergi pentahelix ini, Jawa Barat tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mempercepat transformasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.













