Tak Hanya Teori, Siswa SMKN 5 Garut Diajar BI Cara Kelola Rupah dan Transaksi Digital Aman

Garut (BRS) – Perkembangan ekonomi dan teknologi digital membuat kemampuan memahami keuangan dan menggunakan sistem pembayaran secara bijak menjadi semakin penting bagi generasi muda. Hal itu menjadi perhatian Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat melalui program BI Mengajar yang digelar di SMKN 5 Garut, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian BI BERKIBAR (Bank Indonesia Beri Makna untuk Jawa Barat): Edukasi dan Peningkatan Literasi. Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya diperkenalkan dengan peran, fungsi, dan tugas Bank Indonesia, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan, perkembangan digitalisasi sistem pembayaran, serta pengelolaan Rupiah melalui kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muhamad Rais mengatakan, edukasi bagi generasi muda tidak berhenti pada penambahan pengetahuan. Menurutnya, edukasi juga penting untuk membentuk pola pikir dan kebiasaan yang dapat menjadi bekal menghadapi perubahan.

“Edukasi bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga tentang membangun cara berpikir, membentuk kebiasaan yang baik, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu mengambil peran di masa depan. Melalui BI Mengajar, kami ingin hadir lebih dekat dengan generasi muda dan memberikan bekal yang relevan dengan perubahan ekonomi dan teknologi yang semakin cepat,” ujar Muhamad Rais.

Dalam kegiatan tersebut, materi yang diberikan mencakup kebanksentralan, pengendalian inflasi, perkembangan digitalisasi melalui teknologi sistem pembayaran, mitigasi risiko dalam sistem pembayaran, hingga pengelolaan Rupiah.

Materi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperluas pemahaman pelajar terhadap isu ekonomi dan keuangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman tersebut diharapkan membantu generasi muda mengambil keputusan secara lebih bijak, mengelola keuangan, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, sekaligus memahami risiko dalam transaksi digital.

Kepala Kecamatan Cikelet Muhrom Suhandi mengapresiasi kehadiran Bank Indonesia melalui kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, program itu memberikan tambahan pengetahuan tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi para siswa SMKN 5 Garut.

“Bagi kami, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas perhatian Bank Indonesia yang telah hadir di Kecamatan Cikelet. Kehadiran Bank Indonesia memberikan banyak manfaat dan pengetahuan bagi masyarakat, termasuk para siswa SMKN 5 Garut. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan sinergi yang telah terjalin dapat berlanjut ke depan, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh edukasi dan manfaat dari program Bank Indonesia,” ujar Muhrom.

Selain mendapatkan materi mengenai kebanksentralan, ekonomi, dan sistem pembayaran, para siswa juga mengikuti sesi inspiratif bersama Mahasiswa Berprestasi ITB 2026.

Sesi tersebut memberikan perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan pelajar, terutama mengenai proses belajar, pengembangan diri, keberanian mengambil kesempatan, serta pentingnya mengenali dan mengembangkan potensi diri.

Kepala SMKN 5 Garut Cucu Sumiarsa mengatakan, materi yang disampaikan Bank Indonesia sejalan dengan misi sekolah untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja.

“SMKN 5 Garut memiliki misi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja. Materi yang disampaikan Bank Indonesia pada kegiatan hari ini sangat relevan dan mendukung misi tersebut. Melalui sinergi ini, kami berharap para siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai perkembangan digitalisasi, pemahaman dan pengelolaan Rupiah, hingga peran dan kebijakan Bank Indonesia dalam perekonomian,” ujar Cucu Sumiarsa.

Bagi Muhamad Rais, edukasi yang diberikan kepada pelajar di Cikelet juga berkaitan dengan keberanian untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Ia mendorong para siswa untuk tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah.

“Kami ingin teman-teman di Cikelet percaya bahwa mimpi besar dapat lahir dari desa kecil. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, berani mencoba, mengenali potensi diri, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Dunia yang akan teman-teman hadapi beberapa tahun ke depan mungkin akan berbeda dengan kondisi saat ini, sehingga kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir terbuka, dan menggunakan teknologi dengan bijak akan menjadi bekal penting,” ujar Muhamad Rais.

Melalui BI BERKIBAR, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat terus memperluas akses edukasi dan literasi bagi generasi muda di berbagai wilayah Jawa Barat. Di lingkungan sekolah, edukasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman pelajar terhadap ekonomi, penggunaan Rupiah, transaksi digital, serta perlindungan konsumen dalam aktivitas keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *