Panen Padi Organik di Cianjur, BI Jabar Sebut Produktivitas Naik Hingga 8,3 Ton per Hektare

Cianjur (BRS) – Pengembangan padi organik di Kabupaten Cianjur mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Selain mendukung ketahanan pangan, produktivitas panen juga meningkat hingga mencapai 8,3 ton per hektare.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan pertanian organik kini menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pangan.

“Pertanian organik kini tidak lagi sekadar menjadi tren atau pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Penerapan budidaya padi organik juga menunjukkan hasil positif dengan produktivitas meningkat dari 5–6 ton menjadi 7,7–8,3 ton per hektare,” kata Junanto pada kegiatan Panen Padi Organik kerja sama Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat membuat pertanian organik memiliki prospek yang semakin besar. Di sisi lain, model budidaya ini juga dinilai mampu menjaga kualitas lahan dan lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kabupaten Cianjur dipilih karena memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung padi Jawa Barat. Berdasarkan data BPS tahun 2025, daerah ini berada di posisi keempat sebagai penghasil padi terbesar di provinsi tersebut.

Untuk mendukung pengembangan itu, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur melaksanakan pelatihan bagi petani dan santri tani yang diterapkan melalui 10 demplot (demonstrasi plot) di delapan kecamatan.

Demplot tersebut menjadi lokasi pembelajaran sekaligus percontohan budidaya padi organik yang diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain. Program ini juga diarahkan untuk menjaga pasokan pangan, mendukung stabilitas harga, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Junanto menambahkan, keberhasilan pertanian organik perlu didukung oleh ekosistem yang menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan hasil panen, standardisasi mutu, pengemasan, penguatan kelembagaan petani, hingga perluasan akses pasar agar memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Bank Indonesia pun menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, lembaga keuangan, kelompok tani, pondok pesantren, pelaku usaha, serta berbagai mitra strategis lainnya dalam membangun sistem pertanian yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian berharap kolaborasi tersebut dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Kami mendorong generasi muda agar semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan pertanian sebagai sektor yang strategis, bernilai ekonomi, dan memiliki prospek yang menjanjikan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Cianjur dapat semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah agraris unggulan yang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” tuturnya.

 

Gambar : Ilustrasi/dokpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *