Jakarta (BRS) – PT Bio Farma (Persero) terus memperluas langkah di pasar internasional dengan memperkuat kerja sama sektor kesehatan bersama negara-negara Amerika Latin dan Karibia. Upaya tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Bio Farma dalam forum 2nd Ambassadors’ Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean yang digelar Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Forum internasional itu menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia, termasuk di sektor kesehatan dan industri life science. Sejumlah pejabat pemerintah, diplomat, BUMN, hingga pelaku usaha turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam agenda itu, Bio Farma Group tampil sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang mempresentasikan potensi bisnis dan peluang kolaborasi global. Perusahaan pelat merah tersebut sejajar dengan sejumlah perusahaan besar lain seperti Pertamina, PLN Indonesia Power, PT Dirgantara Indonesia, Astra Otoparts, hingga Polytron.
Direktur Sales Bio Farma, Fitri Puspadewi mengatakan, kerja sama internasional yang dijalankan perusahaan tidak hanya sebatas aktivitas perdagangan produk kesehatan. Menurutnya, Bio Farma juga mendorong kolaborasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas dan transfer teknologi.
“Bio Farma memandang kerja sama internasional tidak hanya sebatas hubungan perdagangan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas, transfer teknologi, serta pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. Kami ingin menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat bersama bagi seluruh pihak,” ujar Fitri.
Selama ini, Bio Farma Group telah menjalin hubungan kerja sama dengan sejumlah negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Kerja sama tersebut dilakukan melalui suplai vaksin rutin lewat Pan American Health Organization (PAHO), hingga kemitraan bilateral dengan negara seperti Argentina, Meksiko, dan Peru melalui anak usaha Bio Farma, Phapros.
Fitri menilai kawasan Amerika Latin dan Karibia memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis kesehatan karena kebutuhan layanan kesehatan di wilayah tersebut terus meningkat. Selain itu, peluang kolaborasi jangka panjang dinilai masih sangat terbuka.
“Kawasan Amerika Latin dan Karibia merupakan wilayah strategis bagi Bio Farma Group karena memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang serta peluang kolaborasi jangka panjang yang sangat terbuka,” katanya.
Dalam forum tersebut, Bio Farma juga memperkenalkan kapasitas perusahaan sebagai industri life science nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan dan produksi vaksin. Tidak hanya itu, perusahaan juga menampilkan kemampuan di bidang riset, manufaktur, sistem mutu, hingga pengalaman membangun kemitraan global.
Bio Farma melihat peluang kerja sama yang dapat dikembangkan mencakup perdagangan vaksin dan produk kesehatan, transfer teknologi, penelitian bersama, hingga penguatan kapasitas manufaktur dan sistem kesehatan.
Menurut Fitri, partisipasi dalam forum internasional seperti ini menjadi langkah penting bagi Bio Farma untuk memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar internasional.
“Interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan global menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing Bio Farma di tingkat internasional,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, Bio Farma juga menegaskan komitmennya untuk mendukung diplomasi kesehatan Indonesia sekaligus memperkuat posisi industri kesehatan nasional di tingkat global.













