Bandung (BRS) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan memastikan tidak ada ruang bagi kelalaian, baik di rumah sakit maupun puskesmas yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti pentingnya profesionalisme dan kehati-hatian dalam setiap layanan kesehatan. Ia menegaskan, insiden seperti hampir tertukarnya bayi akibat kelalaian tidak boleh terjadi di fasilitas kesehatan milik Pemkot Bandung.
Menurut Farhan, tanggung jawab atas kualitas layanan tidak hanya berada pada tenaga medis secara individu, tetapi juga melekat pada sistem organisasi secara menyeluruh, terutama pada jajaran pimpinan fasilitas kesehatan.
“Saya sudah pastikan apabila kejadian seperti itu terjadi di RSUD atau puskesmas di Kota Bandung, maka kepala rumah sakitnya akan saya copot. Ini adalah tanggung jawab pimpinan,” tegasnya di Pendopo Kota Bandung.
Ia mengungkapkan, respons cepat langsung dilakukan begitu menerima laporan terkait insiden tersebut. Farhan segera menghubungi Dinas Kesehatan serta para direktur rumah sakit untuk memastikan kesiapan dan kewaspadaan seluruh jajaran pelayanan kesehatan di Kota Bandung.
“Saya langsung telepon Dinas Kesehatan dan seluruh direktur rumah sakit. Perintahnya jelas, kejadian seperti itu tidak boleh terjadi di Kota Bandung,” ujarnya.
Instruksi tersebut, lanjut Farhan, tidak hanya berlaku bagi rumah sakit, tetapi juga mencakup seluruh puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa kualitas layanan harus dijaga secara konsisten di semua lini.
“Ini bukan hanya tanggung jawab satu orang, tapi tanggung jawab organisasi dan struktur. Semua harus memastikan pelayanan berjalan dengan baik,” katanya.
Farhan berharap langkah tegas ini menjadi peringatan sekaligus pemicu peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Bandung. Ia mendorong seluruh tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas layanan untuk meningkatkan disiplin, memperketat pengawasan, serta memperbaiki sistem pelayanan agar lebih aman dan profesional.
“Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, cepat, dan profesional. Tidak boleh ada ruang untuk kelalaian,” tuturnya.
Dengan komitmen ini, Pemkot Bandung berupaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik sekaligus menjamin keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap pelayanan.








