Bandung (BRS) – Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan pemudik Lebaran 2026 yang menggunakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Melalui layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan demi memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu.
Berdasarkan data per 2 Maret 2026, selama 22 hari masa Angkutan Lebaran, tercatat 92.390 pelanggan dijadwalkan berangkat dari dua stasiun utama, yakni Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menuju berbagai kota tujuan.
Sementara itu, arus kedatangan ke Kota Bandung juga cukup tinggi. Sebanyak 85.680 pelanggan tercatat akan tiba melalui kedua stasiun tersebut. Hal ini menegaskan peran Bandung bukan hanya sebagai titik keberangkatan, tetapi juga sebagai destinasi favorit saat momen Lebaran.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan sarana dan prasarana, meningkatkan pelayanan stasiun, serta menambah personel untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
“Kami memproyeksikan peningkatan volume pelanggan secara signifikan. Hingga 2 Maret 2026, sebanyak 92.390 pelanggan akan berangkat dan 85.680 pelanggan akan tiba melalui Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Angka ini masih akan terus bergerak seiring penjualan tiket. Kami berkomitmen memastikan perjalanan yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” ungkapnya.
Selain itu, pemeriksaan intensif sarana kereta terus dilakukan guna menjamin kesiapan operasional selama masa Angkutan Lebaran. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran perjalanan KA jarak jauh.
Masyarakat juga diimbau merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta membeli tiket melalui kanal resmi KAI guna menghindari potensi penipuan.
Dengan persiapan matang dan dukungan seluruh pihak, Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 2 Bandung diharapkan berjalan lancar serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan berkesan bagi para pelanggan.














