UHC 2026: Akses Kesehatan Kian Luas, Daerah Berperan Kunci

Jakarta (BRS) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Hingga akhir 2025, cakupan kepesertaan JKN telah menjangkau 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif mencapai 81,45 persen. Capaian ini menjadi salah satu fondasi penting dalam memperluas akses layanan kesehatan yang adil dan merata.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran aktif pemerintah daerah. Komitmen kepala daerah dalam kebijakan dan penganggaran menjadi faktor penentu keberlanjutan kepesertaan JKN di wilayahnya.

Atas kontribusi tersebut, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi melalui UHC Awards 2026 kepada ratusan kepala daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyebut bahwa meningkatnya cakupan JKN juga berdampak langsung pada pemanfaatan layanan kesehatan.

“Saat ini, rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan mencapai sekitar dua juta kunjungan per hari. Hal ini mencerminkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ungkap Ghufron dalam keterangan resminya.

Untuk menjaga kualitas layanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan primer dan mengembangkan kanal digital, seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, Care Center 165, hingga antrean online dan fitur i-Care JKN yang memudahkan tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.

Dalam ajang tersebut, Kota Bandung menjadi salah satu daerah penerima UHC Award Kategori Utama. Sejak 2018, Kota Bandung konsisten mempertahankan status UHC.

Hingga awal 2026, sebanyak 98,80 persen penduduk atau 2,56 juta jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan tingkat keaktifan mencapai 80,10 persen.

Untuk mendukung layanan, BPJS Kesehatan Cabang Bandung telah bekerja sama dengan ratusan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan lanjutan.

Pemerintah berharap capaian ini menjadi pemicu bagi daerah lain untuk terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan Program JKN berkelanjutan sebagai wujud gotong royong nasional menuju Indonesia yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *