[ad_1]
Pemerintah Kota Bandung sejak 2013, berencana merevitalisasi enam pasar tradisional menjadi pasar tematik. Namun, seiring berjalannya waktu perbaikan terhadap pasar-pasar tersebut tak kunjung terealisasi hingga awal 2016 ini.
Enam pasar tradisional yang akan disulap menjadi pasar tematik tersebut ialah, Pasar Sarijadi (sayuran), Pasar Sederhana (kerajinan tangan), Pasar Cihaurgeulis (kaos), Pasar Kosambi (batik dan oleh-oleh Bandung), Pasar Wastukencana (Bunga), Palasari (Buku).
Peletakan batu pertama (groundbreaking) di Pasar Sarijadi sudah dilakukan pada September 2014. Namun, hal ini hanya menjadi seremonial belaka lantaran belum tersentuh pembangunan selanjutnya.
Pasar yang digadang-gadang menjadi pasar khusus sayuran ini, kondisinya kumuh tak terurus. Bahkan, lokasi peletakan batu pertama ini dipenuhi sampah, bekas keranjang pedagang hingga kandang ayam.
Tentunya kondisi ini pun disesalkan para pedagang, yang sudah mengharapkan adanya perubahan. Kesan pasar yang tidak lagi kumuh dengan bangunan bertingkat, hanya sekadar angan-angan.
“Belum ada pembangunan sejak peletakan batu pertama. Katanya mau tiga tingkat tapi mana,” ketus Anayu (56) yang berjualan sayuran di Pasar Sarijadi, Jalan Sarijadi Kota Bandung, Jumat (22/1/2016).
Menurutnya, dengan adanya perbaikan Pasar Sarijadi diharapkan pasar selalu menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok. Sehingga, berdampak juga terhadap pendapatan para pedagang.
“Kita merasa diberikan harapan palsu oleh pemerintah. Tapi kita tetap berharap, rencana ini akan berjalan secepatnya,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Cihaurgeulis, yang rencananya menjadi tematik kaos. Program revitalisasi yang direncanakan dilaksanakan tahun lalu ini pun, tak kunjung berlangsung di pasar yang berlokasi, Jalan Surapati.
“Memang katanya dengar-dengar mau ada perbaikan, cuma belum ada apa-apa di sini. Cuma rencana-rencana aja dari dulu juga,” ketus Nia Kurniasih (62) pedagang buku di Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung.
Nia mengaku, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan sosialisasi terkait program revitalisasi ini. Akan tetapi, secara pribadi dirinya mendukung penuh program pemerintah tersebut.
Menurutnya, dengan adanya perbaikan ini diharapkan bisa kembali aktifitas jual beli di Pasar Cihaurgeulis ini bisa kembali bergairah. Pasalnya, sejak 2005 kondisi lantai dua yang menjadi los buku sudah mulai sepi.
“Katanya mau dijadikan sentra kaos. Kalau ibu sih ya setuju saja. Paling nanti ibu beralih jualan jadi jualan baju muslim,” kata Nia yang sudah berjualan buku di Pasar Cihaurgeulis sejak 1987 ini.
Pasar Kosambi yang dikonsepkan menjadi tematik sentra oleh-oleh dan batik ini, belum tampak progres apa pun. Bahkan, sebagian besar pedagang mengaku, belum mendapat sosialisasi dari PD Pasar Bermartabat selaku pengelola.
Salah satu pedagang oleh-oleh khas Bandung, Masitoh (54) mengaku, baru mendengar kabar tersebut dari pembicaraan yang berkembang di kalangan para pedagang. Sebab, sejauh ini pengelola belum pernah datang langsung ke pedagang Pasar Kosambi.
“Pernah dengar ada yang ngomong. Tapi belum ada pembangunan apa-apa. Belum ada sosialisasi juga,” ujar Masitoh. (GM)
© Bandung Juara
[ad_2]














