Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat layanan transportasi nasional dengan menyiapkan tambahan kereta, gerbong, lokomotif, hingga rangkaian KRL baru. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkutan penumpang sekaligus memperkuat distribusi logistik berbasis rel di berbagai daerah.
Vice President Corporate Communication Anne Purba dalam keterangannya mengatakan, investasi sarana menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional kereta api di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan distribusi barang nasional.
“Investasi sarana ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan, menjaga keandalan operasional, serta mendukung efisiensi angkutan barang dan penumpang. KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas dan logistik nasional ditopang oleh sarana yang semakin andal, modern, dan berkapasitas memadai,” kata Anne, Kamis (21/5/2026).
Saat ini, program pengadaan sarana KAI mencakup 436 unit kereta new generation, 902 unit gerbong, serta 52 unit lokomotif. Selain itu, KAI juga menyiapkan tambahan 612 unit kereta dan 1.125 unit gerbong produksi PT INKA (Persero), serta 54 lokomotif CC205 produksi Progress Rail.
Pengadaan sarana tersebut dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026. Sejumlah gerbong datar bahkan telah tiba di kawasan Simpang, Sumatera Selatan, untuk mendukung operasional logistik nasional, khususnya angkutan peti kemas dan komoditas strategis.
KAI menilai penguatan angkutan barang berbasis rel penting untuk menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, terukur, dan ramah lingkungan. Dengan kapasitas angkut yang semakin besar, kereta api diharapkan mampu menjadi tulang punggung logistik nasional.
Tak hanya sektor logistik, KAI juga memperkuat layanan penumpang melalui pengadaan kereta new generation yang dirancang lebih modern dan nyaman. Penambahan armada ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan antarkota sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan terhadap transportasi publik yang aman dan berkualitas.
“KAI terus mendorong peningkatan kualitas layanan penumpang melalui sarana yang lebih nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Pengadaan kereta new generation menjadi bagian dari transformasi layanan yang terus kami jalankan,” ungkap Anne.
Di sektor perkotaan, pengadaan KRL produksi INKA juga terus berjalan. Dari total 16 trainset yang disiapkan, sebanyak tujuh rangkaian telah beroperasi melayani masyarakat pengguna Commuter Line.
KAI menegaskan mayoritas pengadaan sarana melibatkan industri dalam negeri sebagai upaya memperkuat ekosistem manufaktur perkeretaapian nasional. Selain meningkatkan kapasitas layanan, investasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri transportasi nasional secara berkelanjutan.








