Bandung (BRS) – Peran komunitas pencinta kereta api atau railfans semakin terasa dalam mendukung pelayanan PT KAI Daop 2 Bandung, khususnya saat masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Angkutan Lebaran 2026. Tidak hanya menjadi penggemar moda transportasi rel, para railfans juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, edukasi keselamatan, hingga pelayanan pelanggan di stasiun.
Komitmen kolaborasi itu kembali diperkuat melalui kegiatan silaturahmi antara PT KAI Daop 2 Bandung dan sejumlah komunitas railfans di wilayah Bandung dan sekitarnya, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti berbagai komunitas seperti Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), Railfans Cimahi, Railfans Cianjur, Sahabat Kereta Api, Garut Railfans, hingga komunitas Pramuka.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, komunitas railfans selama ini telah menjadi mitra strategis perusahaan dalam mendukung berbagai program pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.
“Komunitas railfans merupakan mitra strategis KAI yang selama ini banyak membantu dalam berbagai kegiatan positif. Kami mengajak seluruh komunitas untuk terus bersinergi bersama KAI dalam meningkatkan citra dan reputasi perusahaan melalui kegiatan-kegiatan yang edukatif, sosial, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kuswardojo.

Menurutnya, keterlibatan komunitas railfans terlihat nyata saat momentum angkutan besar seperti Nataru dan Lebaran. Dalam periode tersebut, para anggota komunitas ikut membantu di posko pelayanan pelanggan di sejumlah stasiun wilayah Daop 2 Bandung. Kehadiran mereka dinilai membantu menciptakan suasana pelayanan yang lebih ramah sekaligus mendukung kelancaran operasional selama lonjakan penumpang.
Tak hanya itu, komunitas railfans juga aktif dalam kegiatan sosial lain seperti sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, aksi bersih-bersih jalur dan aset perkeretaapian, hingga pelestarian aset bersejarah milik KAI. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat edukasi keselamatan transportasi publik sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kereta api.
Kuswardojo menambahkan, seluruh kegiatan komunitas di lingkungan perkeretaapian tetap harus mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait agar berjalan aman dan tertib.
“Koordinasi dan komunikasi menjadi hal penting sebelum melaksanakan kegiatan di area perkeretaapian. Dengan adanya sinergi yang baik antara komunitas dan KAI, maka kegiatan positif dapat terus berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan bersama,” katanya.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, KAI Daop 2 Bandung berharap ekosistem perkeretaapian di wilayah operasionalnya semakin aman, edukatif, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran komunitas railfans pun diharapkan terus menjadi energi positif dalam mendukung pelayanan transportasi kereta api yang lebih baik di masa mendatang.







