Garut (BRS) – Lapangan Cikoer, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Selasa (22/9), tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Di lokasi itu, berbagai layanan yang selama ini mungkin harus diakses dengan jarak lebih jauh hadir dalam satu rangkaian kegiatan, mulai dari penukaran uang Rupiah, edukasi kebanksentralan, layanan perbankan, hingga pangan murah.
Kehadiran Bank Indonesia melalui program BI BERKIBAR (Bank Indonesia Beri Makna untuk Jawa Barat) tersebut menyasar kebutuhan masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan kas. Layanan penukaran uang Rupiah layak edar menjadi salah satu fokus, bersamaan dengan perluasan edukasi dan literasi kepada masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, mengatakan BI BERKIBAR dirancang untuk mendekatkan layanan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah.
“BI BERKIBAR merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia untuk hadir lebih dekat dan memberikan makna bagi masyarakat Jawa Barat. Melalui layanan, edukasi, dan sinergi dengan berbagai pihak, kami ingin memastikan kehadiran Bank Indonesia memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi pada penguatan perekonomian daerah,” ujar Naniek.
Namun, layanan Rupiah hanya menjadi salah satu bagian dari kegiatan tersebut. BI BERKIBAR juga membawa sejumlah isu yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari keterjangkauan pangan, pemberdayaan UMKM dan petani, pengembangan potensi generasi muda, hingga pemanfaatan pembayaran digital.
Salah satunya melalui edukasi QRIS. Masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai manfaat, tata cara penggunaan, hingga pentingnya menjaga keamanan saat bertransaksi secara digital.
Edukasi tersebut juga diperluas ke lingkungan sekolah melalui seremoni Sekolah Pakai QRIS bersama SMA Muhammadiyah dan MA Ma’arif di Cikelet. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan QRIS di lingkungan pendidikan sekaligus mengenalkan kebiasaan transaksi digital yang mudah, cepat, dan aman kepada pelajar.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau turut menjadi bagian penting dalam BI BERKIBAR. Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Garut menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga terjangkau.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Garut, Dedy Mulyadi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga melalui Gerakan Pangan Murah.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang telah menyelenggarakan BI BERKIBAR di Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah dalam menjaga stabilitas harga,” ujar Dedy.
Menurutnya, Kabupaten Garut juga telah memperoleh apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kinerja pengendalian inflasi terbaik tingkat kabupaten. Capaian tersebut, kata dia, menjadi motivasi untuk terus memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga di daerah.
Upaya memperkuat ketahanan pangan juga terlihat melalui Tebus Murah Sayuran Segar yang menghadirkan produk dari klaster binaan Bank Indonesia Jawa Barat. Sayuran hasil produksi petani binaan Bank Indonesia di Garut dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
Kegiatan itu sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk petani dan memperkuat peran klaster binaan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
BI BERKIBAR juga memberi ruang bagi generasi muda Cikelet. Sejumlah kegiatan pelajar digelar, di antaranya kompetisi Ranking 1 dan pencak silat. Melalui kegiatan tersebut, pelajar tidak hanya mendapatkan ruang untuk berkompetisi, tetapi juga mengasah wawasan, kreativitas, sportivitas, dan semangat berprestasi.
Rangkaian kegiatan tersebut turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Garut, perbankan, pelaku usaha, petani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain layanan Rupiah dan edukasi, masyarakat dapat mengakses layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil, layanan kesehatan, layanan perbankan, bazar UMKM, hingga pembuatan kartu nelayan dalam satu lokasi.
Melalui BI BERKIBAR di Cikelet, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat memperluas jangkauan layanan Rupiah dan edukasi kebanksentralan hingga wilayah perbatasan Jawa Barat, dengan menggabungkan layanan keuangan, pangan, digitalisasi pembayaran, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan bagi generasi muda dalam satu rangkaian kegiatan.













