KKI 2026 : Generasi Muda Jadi Motor Regenerasi UMKM Jawa Barat

Jakarta (BRS) – Generasi muda semakin memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan UMKM sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kedekatan dengan teknologi, media sosial, dan ekonomi digital menjadi modal bagi anak muda untuk mengembangkan usaha berbasis inovasi, termasuk dengan mengangkat potensi lokal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan, potensi tersebut perlu terus diperkuat agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga tampil sebagai pelaku usaha dan penggerak ekonomi.

Hal itu disampaikan Thomas dalam Youth Talk bertajuk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan” yang digelar Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (22/8).

Menurutnya, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Gen Z dan Milenial mencapai 49,27 persen dari total 284,67 juta penduduk Indonesia. Kedua kelompok generasi itu juga menyumbang sekitar 63 persen tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pengembangan UMKM, termasuk sektor yang mengandalkan keterampilan dan kekayaan budaya seperti wastra dan kriya, serta sektor produktif seperti pertanian.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai ekonomi kreatif memiliki posisi strategis sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatannya dilakukan melalui delapan klaster prioritas ASTA EKRAF, mulai dari pengembangan ekosistem dan talenta hingga pembiayaan, pemasaran, dan diplomasi ekonomi kreatif.

“Dengan kolaborasi, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang terakselerasi. Dari local heroes yang go national hingga menjadi national champions yang go global,” ujar Riefky.

Upaya mendorong regenerasi UMKM juga dilakukan Bank Indonesia melalui tiga pilar pengembangan, yakni korporatisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan. Salah satunya melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, termasuk Citra Nusa dan kompetisi Inovasi Wastra Nusantara yang melibatkan 580 UMKM wastra terpilih dari berbagai daerah.

Dari Jawa Barat, semangat regenerasi tersebut terlihat dari BOOLAO, yang memadukan teknik tradisional seperti batik, jumputan, dan ecoprint dengan desain kontemporer. Di bawah kepemimpinan Asep Rohman, BOOLAO berkembang sebagai slow fashion brand yang mengedepankan kolaborasi dengan perajin lokal, keberlanjutan, dan identitas budaya Indonesia.

Inovasi serupa juga muncul di sektor pertanian melalui Koperasi Tani Mandiri Sejahtera (TAMARA) di Sukabumi. Dipimpin Resi Putri R sebagai CEO dan Iqbal Habibi sebagai founder, TAMARA mengembangkan pertanian sebagai ekosistem usaha dari hulu hingga hilir dengan memanfaatkan teknologi dan memperkuat akses pasar.

Bank Indonesia Jawa Barat bersama pemerintah daerah dan mitra strategis turut memperkuat ekosistem tersebut melalui Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (PANGSI). Kehadiran TAMARA menunjukkan bahwa regenerasi petani bukan sekadar menghadirkan penerus, tetapi juga membawa pendekatan baru berbasis kewirausahaan, teknologi, dan orientasi pasar.

Melalui KKI 2026, Bank Indonesia mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan generasi muda agar semakin banyak potensi lokal berkembang menjadi usaha yang produktif dan berdaya saing.

Semangat itu sejalan dengan tema KKI 2026, “Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama”, yang diwujudkan antara lain melalui area “Rupa Kini”. Area tersebut menghadirkan produk UMKM kekinian dan berbagai aktivitas kreatif untuk memperkuat apresiasi generasi muda terhadap karya lokal sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *