Jakarta (BRS) – Produk kreatif Jawa Barat mendapat panggung lebih luas dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sebanyak 25 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat ambil bagian dalam pameran yang berlangsung di Hall A dan Hall B Jakarta International Convention Centre (JICC), 20–23 Agustus 2026.
Kehadiran pelaku usaha asal Jawa Barat bukan sekadar ajang memamerkan produk. KKI menjadi momentum bagi UMKM untuk memperkenalkan karya kreatif daerah kepada pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kolaborasi, pembiayaan, business matching hingga akses pasar ekspor.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 mempertemukan UMKM dari berbagai daerah dengan pemerintah, perbankan, asosiasi, calon pembeli, hingga mitra usaha.
Sebanyak 25 UMKM Jawa Barat membawa produk dalam empat kategori utama, yakni Wastra dan Fashion, Produk Kemasan atau F&B, Home Decor, serta Cangkir Nusantara.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM, tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan, sedangkan berdaya saing melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar,” ujar Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti saat membuka KKI 2026.
Bagi UMKM Jawa Barat, kesempatan tampil di KKI juga menjadi bagian dari proses panjang pembinaan yang dilakukan secara berjenjang. Sebanyak 11 dari 25 UMKM Jabar yang hadir tahun ini bahkan untuk pertama kalinya mengikuti KKI secara luring.
Pengalaman tersebut membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, calon pembeli, mitra usaha maupun jejaring bisnis dari berbagai daerah.
Produk yang ditampilkan pun mencerminkan beragam kekuatan ekonomi kreatif Jawa Barat. Pada kategori Wastra dan Fashion terdapat Boolao, Ralisha Putra Garut, Rumah Batik Komar, Viera Sutra Alam, Hasan Batik Bandung, Tenun Sutra Isam, Arae, dan Dama Kara.
Sementara kategori Produk Kemasan/F&B diisi Kahla Global Persada, Fisnack, Be Chips Indonesia, Battenberg Tiga Indonesia, Terve, Ikapeksi Agro Industri, Alam Scientia Asia, Onic Prima, dan Imago Raw Honey.
Untuk Home Decor hadir Pondok Tekstil Kreasindo, Uni Antique Lamp, Mekar Pinus Mandiri, serta CV Nurissah Indomakmur. Adapun kategori Cangkir Nusantara menampilkan PT Global Indo Pangan, Specialtea, Sila Tea, dan Kopi Malabar.
Partisipasi tersebut tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, para UMKM telah melalui proses pengembangan dan kurasi di tingkat daerah melalui Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026.
Dalam gelaran KKJ 2026, sebanyak 524 UMKM terlibat dengan nilai transaksi mencapai Rp50,3 miliar. Selain itu, tercatat business matching ekspor sebesar Rp5,79 miliar dan business matching pembiayaan mencapai Rp67 miliar.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada promosi produk. Penguatan kapasitas usaha, pembukaan akses pembiayaan, perluasan pasar dan penciptaan jejaring bisnis menjadi bagian penting agar UMKM mampu naik kelas.
Di tingkat nasional, KKI 2026 memperluas ekosistem tersebut. Pameran luring diikuti lebih dari 550 UMKM, sedangkan penyelenggaraan secara daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah itu meningkat dibanding KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Dengan berada di tengah ekosistem tersebut, 25 UMKM Jawa Barat memiliki kesempatan memperkuat eksposur produk sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.
Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa karya kreatif Jawa Barat memiliki potensi untuk tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga berkembang menjadi produk berdaya saing nasional bahkan menembus pasar global.













