Belajar Dari Krisis Listrik Eropa, Indonesia Diminta Perkuat Energi Terbarukan

Jakarta (BRS) – Transisi menuju energi bersih tidak hanya berbicara soal memperbanyak pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan listrik tetap tersedia setiap saat ketika masyarakat membutuhkannya.

Pesan itulah yang mengemuka dalam webinar yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE), Rabu (8/7/2026).

Mengusung tema From Iberian Blackout to Indonesian Grid Resilience – Lessons in Dispatchable Renewable Energy, webinar ini mengajak para pemangku kepentingan mengambil pelajaran dari peristiwa pemadaman listrik di Semenanjung Iberia agar kejadian serupa tidak terulang di Indonesia.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Swiss melalui proyek Renewable Energy Skill Development (RESD) bersama Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) Europe itu mendapat sambutan besar. Lebih dari 600 peserta dari berbagai kalangan mengikuti diskusi secara daring melalui Zoom maupun siaran langsung di kanal YouTube PPSDM KEBTKE.

Membuka webinar, Kepala PPSDM KEBTKE Edi Wibowo menegaskan Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih andal. Kekayaan sumber energi seperti matahari, angin, air, biomassa, biofuel, hingga panas bumi menjadi potensi besar dalam mendukung bauran energi nasional.

Namun, menurutnya, potensi tersebut harus mampu diubah menjadi energi terbarukan yang bersifat dispatchable, yakni pembangkit yang dapat dioperasikan dan diatur sesuai kebutuhan sistem sehingga mampu menjaga keseimbangan pasokan listrik.

“Berbagai potensi melimpah tersebut dapat menjadi sumber energi terbarukan yang bersifat dispatchable, yaitu dapat diatur dan dioperasikan sesuai kebutuhan sistem, sehingga mampu mendukung stabilitas jaringan listrik nasional,” kata Edi.

Ia menjelaskan, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan pembangkit baru, tetapi juga kesiapan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Mulai dari perencanaan, teknologi, regulasi hingga kualitas sumber daya manusia harus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan energi bersih.

Karena itu, webinar ini menghadirkan Power Sector Analyst IEEFA Europe, Jonathan Bruegel, yang memaparkan penyebab serta pelajaran dari insiden pemadaman listrik di Semenanjung Iberia. Kasus tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa sistem kelistrikan modern memerlukan pengelolaan yang semakin kompleks ketika porsi energi terbarukan terus bertambah.

Diskusi yang dipandu Vice President of Transmission and Distribution Technology and Engineering PT PLN (Persero), Buyung Sofiarto Munir, juga mengulas berbagai praktik terbaik yang dapat diadaptasi Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan karakteristik jaringan listrik yang berbeda, Indonesia dinilai perlu merancang strategi transisi energi sesuai kebutuhan nasional.

Edi menambahkan, ketahanan jaringan listrik tidak bisa dibangun hanya dengan investasi infrastruktur. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor yang sama pentingnya agar mampu mengoperasikan teknologi baru dan menjawab tantangan sistem kelistrikan masa depan.

“Ketahanan jaringan listrik di era energi terbarukan tidak dapat tercipta dengan sendirinya, namun memerlukan perencanaan yang matang, regulasi yang adaptif, penerapan teknologi yang tepat, serta ketersediaan kapasitas SDM yang ahli di bidangnya dan dukungan kelembagaan yang kuat,” ujarnya.

Melalui forum ini, PPSDM KEBTKE berharap pengalaman internasional dapat menjadi referensi bagi pemerintah, akademisi, industri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Sejalan dengan itu, peningkatan kompetensi SDM akan terus menjadi fokus utama untuk mendukung terciptanya sistem kelistrikan Indonesia yang lebih tangguh, andal, sekaligus mempercepat terwujudnya transisi energi yang berkelanjutan.

 

Gambar Atas: Petugas melakukan pemeliharaan jaringan listrik SUTT 150 KV di Pratu, Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *