3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan

Bandung (BRS) – Pemkot Bandung mulai gelar pelatihan kerja besar-besaran. Sebanyak 3.500 warga ikut program yang dibuka langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di LPK Ariyanti, Rabu (8/7/2026).

Program ini merupakan hasil aspirasi anggota DPRD Kota Bandung. Ada 175 paket pelatihan yang digelar di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja atau LPK di semua dapil se-Kota Bandung.

Farhan mengapresiasi DPRD karena mengawal kebutuhan keterampilan warga. Ia juga berterima kasih ke Disnaker, LPK, dan LPP yang jadi mitra pelaksana. Menurutnya, kota maju bukan hanya soal gedung dan jalan. Kuncinya ada di manusianya.

“Investasi terbaik adalah membangun manusia yang produktif, kreatif, dan berdaya saing. Itulah ciri masyarakat Kota Bandung yang harus terus kita dorong,” ujar Farhan.

Ia menyoroti perubahan dunia kerja. Teknologi digital, AI, dan otomatisasi bikin banyak pekerjaan baru muncul. Pekerjaan lama juga berubah bentuk.

Apalagi Indonesia sedang dapat bonus demografi. Penduduk usia produktif mendominasi.

“Bonus demografi hanya akan menjadi angka di atas kertas apabila tidak dibarengi dengan upaya menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja. Karena itu pelatihan vokasi berbasis unit kompetensi menjadi jembatan antara kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dengan kemampuan para pencari kerja,” katanya.

Farhan berpesan agar peserta serius ikut pelatihan. Jangan hanya kejar sertifikat. Ilmu yang didapat harus dipraktikkan supaya kompetensi dan karakter ikut terbentuk.

Ia juga mendorong peserta berpikir lebih jauh. Tidak hanya jadi pencari kerja, tapi juga pencipta lapangan kerja.

“Pemkot Bandung ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkot akan terus fokus meningkatkan SDM lewat pelatihan, sertifikasi, perluasan kerja, sampai penguatan ekonomi kreatif. Semua itu bagian dari visi Bandung UTAMA: Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana menjelaskan, pelatihan berlangsung 10 hari mulai 8 Juli 2026. Ada 8 bidang yang dibuka: catering, pastry, pastry level 2, barista dasar, digital marketing, tata rias pengantin, tata rias remaja, dan barber.

“Pelatihan ini kami susun berdasarkan data dan pengalaman bahwa bidang-bidang tersebut relatif cepat menyerap tenaga kerja dan juga mudah dikembangkan menjadi usaha mandiri oleh masyarakat,” ujar Yayan.

Disnaker juga menyiapkan pelatihan baru ke depan. Salah satunya teknisi kendaraan listrik bekerja sama dengan ITB. Kebutuhan teknisi ini diprediksi naik seiring makin banyaknya kendaraan listrik di Indonesia.

Pelatihan tahun ini dibagi 4 batch. Batch pertama dimulai sekarang. Lokasinya tersebar di LPK se-Kota Bandung biar gampang dijangkau.

Peserta dapat fasilitas lengkap. Ada makan minum, seminar kit, alat dan bahan pelatihan, uang transport Rp50.000 per hari, sampai sertifikat resmi dari Disnaker.

Tujuannya jelas, yaitu bekali warga dengan keterampilan, percepat mereka dapat kerja atau buka usaha, dan tekan angka pengangguran di Bandung.

 

Gambar: Ilustrasi AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *