Tiket Lebaran Ludes Diserbu, 1,39 Juta Kursi KA Sudah Dipesan

Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026. Hingga 16 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 1.398.369 tiket untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 telah terjual.

Masa Angkutan Lebaran tahun ini ditetapkan berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Seluruh tanggal keberangkatan sudah dapat dipesan sejak 15 Februari 2026 melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tingginya angka penjualan mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik lebih awal.

“Seluruh tiket kereta reguler maupun tambahan sudah tersedia untuk dipesan. Kami mengimbau masyarakat segera menentukan jadwal agar memperoleh relasi dan waktu keberangkatan sesuai kebutuhan,” kata Anne dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Data sementara menunjukkan sejumlah tanggal favorit mulai dipadati pemesanan. Keberangkatan 24 Maret 2026 menjadi yang tertinggi dengan 102.827 tiket terjual, disusul 23 Maret (99.921 tiket), 19 Maret (95.331 tiket), dan 18 Maret (92.248 tiket). Angka ini masih terus bergerak seiring proses pembelian yang berlangsung dinamis.

Dari sisi layanan, kereta api jarak jauh kelas ekonomi masih menjadi primadona. Sepuluh kereta dengan jumlah pelanggan tertinggi sementara didominasi relasi favorit lintas Jawa dan Sumatra, antara lain:

– KA Airlangga (Pasar Senen–Surabaya Pasarturi) – 57.498 pelanggan

– KA Bengawan (Pasar Senen–Purwosari) – 47.403 pelanggan

– KA Serayu (Pasar Senen–Kiaracondong–Purwokerto) – 46.751 pelanggan

– KA Sri Tanjung (Ketapang–Lempuyangan) – 43.426 pelanggan

– KA Kahuripan (Kiaracondong–Blitar) – 41.433 pelanggan

– KA Sawunggalih (Kutoarjo–Pasar Senen) – 39.905 pelanggan

– KA Rajabasa (Kertapati–Tanjungkarang) – 37.299 pelanggan

– KA Pasundan Tambahan (Kiaracondong–Surabaya Gubeng) – 32.460 pelanggan

– KA Joglosemarkerto (Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan) – 29.974 pelanggan

– KA Probowangi (Surabaya Gubeng–Ketapang) – 26.729 pelanggan

Tingginya okupansi pada sejumlah relasi menunjukkan konsentrasi arus mudik menuju kota-kota tujuan di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatra bagian selatan.

Anne menambahkan, KAI terus memantau tren penjualan untuk memastikan kesiapan kapasitas angkut, keselamatan operasional, dan kualitas pelayanan tetap terjaga selama periode padat tersebut.

“Bagi pelanggan yang belum mendapatkan tiket sesuai tanggal pilihan, kami sarankan mempertimbangkan alternatif keberangkatan lebih awal atau setelah puncak arus. Skema connecting train juga dapat menjadi solusi untuk mencapai kota tujuan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, diberikan insentif tarif sebesar 30 persen untuk perjalanan pada 14 hingga 29 Maret 2026. Program ini diharapkan dapat membantu pemerataan arus penumpang sekaligus mendorong masyarakat merencanakan perjalanan di luar tanggal favorit.

KAI mengingatkan pembelian tiket hanya dilakukan melalui kanal resmi, yakni aplikasi Access by KAI, situs kai.id, serta mitra penjualan resmi perusahaan, guna memastikan keamanan transaksi.

Dengan penjualan yang sudah menembus hampir 1,4 juta tiket, Angkutan Lebaran 2026 diprediksi kembali menjadi momentum mobilitas nasional terbesar di sektor perkeretaapian. Perencanaan lebih awal menjadi kunci agar perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed