Bandung (BRS) – Kinerja sektor pertanian Jawa Barat menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat peningkatan signifikan pada luas panen dan produksi padi maupun jagung dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan angka tetap 2025, luas panen padi di Jawa Barat mencapai 1,76 juta hektare. Angka ini meningkat 0,28 juta hektare atau 18,97 persen dibandingkan 2024 yang tercatat seluas 1,48 juta hektare. Kenaikan luas panen tersebut berbanding lurus dengan peningkatan produksi padi di wilayah ini.
Penghitungan produksi padi dilakukan melalui integrasi dua metode, yakni Survei Kerangka Sampel Area (KSA) untuk memperoleh data luas panen dan survei ubinan untuk mengukur produktivitas tanaman.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, menjelaskan Kabupaten Indramayu masih menjadi daerah dengan lahan baku sawah terluas, yakni 126.088 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Karawang seluas 100.016 hektare dan Kabupaten Subang 91.797 hektare.
“Sepanjang 2025, luas panen pada setiap subround mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024,” kata Ninik di Bandung, baru-baru ini.
Peningkatan paling besar terjadi pada Subround I dengan lonjakan mencapai 38,54 persen atau sekitar 0,16 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada Subround II, luas panen naik 10,72 persen atau 0,06 juta hektare, dan Subround III meningkat 12,26 persen atau sekitar 0,05 juta hektare.
BPS juga mencatat potensi luas panen padi Jawa Barat pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 0,42 juta hektare. Angka ini meningkat 0,07 juta hektare atau 20,89 persen dibandingkan realisasi periode yang sama pada 2025 sebesar 0,35 juta hektare. Proyeksi tersebut diperoleh dari hasil amatan fase tanaman padi melalui Survei KSA pada Desember 2025.
Seiring peningkatan luas panen, produksi padi Jawa Barat pada 2025 tercatat sebesar 10,23 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi ini naik 1,60 juta ton atau 18,54 persen dibandingkan 2024. Untuk periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 2,48 juta ton, meningkat 22,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan produksi padi turut mendorong produksi beras. Berdasarkan angka tetap 2025, produksi beras Jawa Barat mencapai 5,91 juta ton atau meningkat 0,92 juta ton dibandingkan 2024. Adapun potensi produksi beras pada Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 1,43 juta ton, naik 22,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Panen Jagung Ikut Naik
Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan tren pertumbuhan. Berdasarkan hasil Survei KSA Jagung, luas panen jagung pipilan pada 2025 diperkirakan mencapai 108,67 ribu hektare. Angka ini meningkat 39,33 persen atau sekitar 30,67 ribu hektare dibandingkan 2024 yang seluas 77,99 ribu hektare.
“Puncak panen jagung pipilan pada 2025 terjadi pada bulan Maret dengan luas panen 16,32 ribu hektare. Polanya serupa dengan 2024, di mana puncak panen juga terjadi pada bulan Maret,” kata Ninik.
Untuk periode Januari–Maret 2026, luas panen jagung diperkirakan mencapai 42,60 ribu hektare. Angka ini meningkat 5,39 persen dibandingkan Januari–Maret 2025. Estimasi tersebut merupakan angka potensi berdasarkan hasil KSA Jagung Desember 2025 dengan asumsi seluruh tanaman yang berdiri dipanen dalam bentuk pipilan.














