Bandung (BRS) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung menyerap aspirasi warga terkait persoalan banjir kiriman yang kerap terjadi di Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung. Keluhan tersebut disampaikan warga dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana, kemarin.
Lurah Pasir Endah, Imas Komarliawati, mengungkapkan bahwa banjir terjadi di sejumlah titik, dengan wilayah terdampak paling parah berada di RW 6. Selain itu, genangan juga kerap muncul di RW 2 dan RW 7. Menurutnya, banjir bukan hanya disebabkan oleh hujan lokal, melainkan kiriman air dari wilayah hulu yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung.
Imas menjelaskan, persoalan utama terletak pada kondisi pertemuan anak sungai dan cucu sungai yang kapasitasnya tidak seimbang. Ketika debit air dari hulu meningkat, aliran sungai yang lebih kecil tidak mampu menampung air sehingga meluap ke permukiman warga.
“Air dari hulu selalu mencari titik terendah. Saat anak sungai tidak mampu menahan debit, limpasan air masuk ke cucu sungai dan menggenangi rumah warga,” jelas Imas.
Menanggapi kondisi tersebut, Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak akan tergesa-gesa menetapkan kebijakan tanpa memahami akar persoalan secara utuh. Ia memastikan akan melakukan survei lapangan langsung ke seluruh titik rawan banjir pada Selasa, 27 Januari 2026.
“Samemeh mutuskeun kebijakan, abdi kedah ngartos heula akar masalahna naon. Aya sababaraha titik anu memang penyelesaianna teu sederhana,” ujar Farhan.
Beberapa opsi teknis sempat dibahas, di antaranya pemasangan pintu klep serta penggunaan pompa air dengan kapasitas sekitar 150 liter per detik untuk mempercepat aliran air. Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa solusi tersebut baru akan dipertimbangkan setelah hasil survei lapangan diperoleh.
Selain penanganan di RW 6, Farhan juga meminta agar langkah sementara di RW 2, berupa pengangkatan material sungai, segera ditindaklanjuti dengan perencanaan penanganan jangka panjang.
“Besok kita cek seluruh titiknya, supaya penanganannya benar-benar tepat,” pungkasnya.











