Bandung (BRS) – Bio Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang penelitian, pengembangan, dan produksi vaksin, antisera, alat kesehatan, dan produk life sciences akan menjajaki rencana kerja sama dengan sebuah lembaga riset Stem Cell and Cancer Research (SCCR).
Penjajakan awal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Bandung pada tanggal 7 September 2021, yang dilaksanakan oleh Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Sri Harsi Teteki, dengan Assoc Prof. DR. dr. Agung Putra. MSi. Med., selaku Director of SCCR.
Sri Harsi Teteki mengatakan, bahwa awal penandatanganan ini, diharapkan Bio Farma dapat menghilirisasi hasil penelitian-penelitian yang dilakukan lembaga penelitian yang mempunyai inovasi dalam bidang bioteknologi. Bio Farma sudah beberapa kali bekerjasama dengan beberapa lembaga penelitian.
‘“Dalam masa pandemi ini, Bio Farma sudah menghasilkan setidaknya 3 produk yang
dihasilkan dari kerja sama dengan star-up, dalam menghasilkan kit diagnostik untuk tracking and tracing seperti RT-PCR m-BioCov, Bio-Vtm, dan yang terbaru adalah Biosaliva sebagai metode pengambilan sampel PCR Test dengan metode kumur (gargle PCR),” ucap Sri Harsi dalam siaran persnya, Selasa (14/9/2021).
Sri menambahkan, Bio Farma membuka lebar untuk melakukan hilirisasi hasil riset anak bangsa, yang sesuai dengan standar atau kriteria industri.
Sementara itu, Direktur SCCR Agung Putra mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik kerjasama produksi dengan Bio Farma.
“Kami dari SCCR menyambut baik penjajakan awal kerjasama produksi dan distribusi Secretome temuan anak bangsa guna kepentingan yang lebih besar yang sangat bermanfaat mengatasi pandemi Covid19,” kata Agung Putra.
“Semoga kerjasama ini bisa berjalan dengan baik demi kemajuan bangsa Indonesia kedepan. Saya yakin negara kita memiliki keunggulan dibidang Bio Science mengingat negara kita kaya akan sumber hayati. Kita harus kembali ke alam,” pungkas Agung Putra.








