Pangandaran (BRS) – Libur sekolah menjadi berkah bagi perekonomian Kabupaten Pangandaran. Membludaknya wisatawan yang datang ke berbagai destinasi wisata tak hanya menghidupkan aktivitas pelaku usaha, tetapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pariwisata.
Dalam kurun empat hari, mulai Kamis hingga Minggu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berhasil mengantongi pendapatan lebih dari Rp4,5 miliar dari sektor retribusi wisata. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya masa libur sekolah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan lonjakan kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang sangat terasa, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata.
“Selama libur sekolah ini ada peningkatan pendapatan dari sektor retribusi pariwisata yang cukup signifikan. Dari hari Kamis sampai Minggu kemarin pendapatan yang masuk sudah sekitar Rp4,5 miliar lebih,” kata Sarlan, Selasa (7/7/2026).
Ia mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan selama empat hari tersebut diperkirakan mencapai sekitar 800 ribu orang. Kawasan Pantai Pangandaran masih menjadi destinasi favorit dengan jumlah kunjungan sekitar 170 ribu wisatawan.
Tingginya arus wisatawan tersebut turut menggerakkan roda perekonomian di kawasan wisata. Tingkat hunian hotel meningkat, rumah makan dipadati pengunjung, pedagang kaki lima hingga pelaku UMKM memperoleh tambahan pendapatan, sementara sektor transportasi lokal juga ikut menikmati dampaknya.
Melihat tren kunjungan yang terus meningkat, Sarlan optimistis penerimaan daerah dari sektor retribusi wisata akan terus bertambah hingga akhir masa libur sekolah.
“Kalau melihat kunjungan per hari, hari ini saja sudah sekitar Rp200 juta. Saya optimistis sampai minggu depan total pendapatan bisa mencapai sekitar Rp7 miliar,” katanya.
Menurutnya, tren kunjungan pada pekan kedua libur sekolah bahkan lebih tinggi dibanding pekan pertama. Jika pada akhir pekan pertama jumlah kunjungan harian berkisar antara 300 ribu hingga 600 ribu orang, pada pekan kedua jumlah pengunjung pada hari Minggu hampir menyentuh 900 ribu orang.
“Kalau melihat prediksi, kenaikannya lebih signifikan dibanding minggu pertama. Analisa saya, justru minggu terakhir liburan akan lebih besar karena jadwal masuk sekolah di tiap daerah berbeda-beda,” ujarnya.
Sarlan menambahkan, target PAD dari sektor retribusi wisata sebenarnya telah terlampaui. Meski demikian, Bapenda tetap berupaya memaksimalkan penerimaan dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk kawasan wisata.
Pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk mengarahkan wisatawan agar masuk melalui jalur resmi. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan penggunaan jalur alternatif atau “jalur tikus” yang masih dimanfaatkan sebagian wisatawan.
“Masih banyak yang lewat jalur tikus. Ada yang memang tidak tahu, ada juga yang diarahkan oleh oknum tertentu. Ini yang terus kami benahi supaya seluruh wisatawan masuk melalui jalur resmi,” pungkasnya.








