Cimahi (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Sepanjang 2025, Indeks Profesionalitas ASN Jawa Barat pada aspek kompetensi tercatat mencapai 37,11 persen dari skala maksimal 40 persen berdasarkan penilaian Lembaga Administrasi Negara.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Ika Mardiah, menyebut program Jabar Corporate University menjadi instrumen utama dalam penguatan kompetensi aparatur.
“Sepanjang 2025, lebih dari 31.000 ASN Pemprov Jabar mengikuti program peningkatan kompetensi berbasis sistem terpadu dalam Jabar Corporate University,” ujar Ika saat Musyawarah Rencana Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom) BPSDM Jabar 2026, akhir pekan lalu.
Penilaian LAN juga menempatkan tingkat kematangan Corporate University Jawa Barat pada level Advanced, menunjukkan pengelolaan pembelajaran aparatur yang semakin mapan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan pencapaian target ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia birokrasi. Menurutnya, ASN harus menjadi motor perubahan sekaligus teladan dalam pelayanan publik.
Ia menambahkan, kewajiban pembelajaran mandiri minimal 20 jam per tahun melalui Corporate University diyakini mampu mendorong lahirnya inovasi di lingkungan birokrasi.
Upaya penguatan kompetensi juga dilakukan melalui pemetaan menyeluruh berbasis asesmen terintegrasi terhadap sekitar 50.000 ASN Jawa Barat.
Sementara itu, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN, Erna Irawati, menekankan Corporate University akan menjadi ekosistem pembelajaran terintegrasi yang wajib dikembangkan di setiap instansi pemerintah.
Model ini diharapkan menumbuhkan budaya belajar organisasi yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja.








