Sambut Mahasiswa Baru, SBM ITB Siapkan Pemimpin Bisnis Berbasis Inovasi

Bandung (BRS) – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) resmi menyambut ratusan mahasiswa baru Program Sarjana angkatan 2029 dalam kegiatan 2026 Undergraduate Student Welcoming yang digelar di Gedung GKU Timur, Rabu (5/8). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik SBM ITB yang menitikberatkan pada kepemimpinan, kewirausahaan, serta inovasi berbasis teknologi.

Dekan SBM ITB, Aurik Gustomo, mengatakan SBM ITB memiliki pendekatan berbeda dibandingkan sekolah bisnis konvensional. Menurutnya, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada efisiensi biaya, tetapi juga mendorong mahasiswa membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset) guna menciptakan peluang dan meningkatkan nilai bisnis.

“SBM ITB berfokus pada strategi peningkatan pendapatan melalui growth mindset, bukan sekadar efisiensi biaya. Kami mendidik Anda untuk menjadi pemimpin inovatif dengan jiwa kewirausahaan,” kata Aurik.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses perkuliahan menggunakan bahasa Inggris dan didukung akreditasi internasional AACSB sebagai bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar berstandar global.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Sarjana Manajemen, Nila Armelia Windasari, menjelaskan bahwa mahasiswa akan menempuh 144 SKS dalam masa studi tiga tahun. Selain kurikulum yang dirancang lebih intensif, mahasiswa juga didorong berani mencoba berbagai peluang tanpa takut gagal.

“Kami memfasilitasi pengalaman belajar terbaik, termasuk tiket emas magang dan rekrutmen global di perusahaan multinasional seperti Uniqlo,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sarjana Kewirausahaan, Sonny Rustiadi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu pelopor pendidikan kewirausahaan di Indonesia. Melalui pendekatan multidisiplin, mahasiswa dapat berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas di ITB untuk mengembangkan inovasi dan membangun perusahaan rintisan berbasis teknologi atau technopreneurship.

SBM ITB, lanjut Sonny, juga berperan sebagai penghubung berbagai hasil riset dan inovasi teknologi yang lahir di lingkungan ITB agar dapat dikembangkan menjadi produk dan bisnis yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa baru juga mendapat pembekalan dari dosen SBM ITB sekaligus pejabat Direktorat Kemahasiswaan, Yorga Permana. Ia menekankan pentingnya memiliki ketangguhan (grit) dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan dunia kerja di masa depan.

Dari sisi akademik, Koordinator Tahap Persiapan Bersama (TPB), Jagat Prirayane, mengingatkan mahasiswa agar menjaga disiplin selama menjalani perkuliahan. Ia menekankan pentingnya memenuhi ketentuan kehadiran minimal 80 persen serta menjunjung tinggi integritas akademik, termasuk dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kegiatan penyambutan ditutup dengan sesi foto bersama dan perkenalan dosen wali yang akan mendampingi mahasiswa selama menjalani proses studi di Kampus ITB Bandung dan Jatinangor. Melalui semangat SBM for Impact, angkatan 2029 diharapkan mampu menjadi pemimpin yang menghadirkan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *