Bandung (BRS) – Upaya pemerataan akses listrik di berbagai pelosok Jawa Barat terus berlanjut. Sepanjang Semester I 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat membangun jaringan kelistrikan di 210 lokasi melalui Program Listrik Desa (Lisdes), sehingga membuka akses listrik bagi sekitar 2.930 calon pelanggan.
Program tersebut menjangkau sejumlah wilayah yang sebelumnya masih memiliki keterbatasan akses energi, di antaranya Desa Sukamaju di Kabupaten Sukabumi, Desa Cilangari di Kabupaten Bandung Barat, dan Desa Cipendawa di Kabupaten Cianjur.
Dengan tersedianya jaringan listrik, masyarakat kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup. Aktivitas belajar anak pada malam hari menjadi lebih nyaman, pelaku usaha rumahan dapat meningkatkan produktivitas, sementara akses terhadap informasi, komunikasi, dan layanan publik juga semakin terbuka.
Dalam keterangan resminya, General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan pemerataan akses listrik merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka kesempatan. Ketika listrik hadir di suatu wilayah, masyarakat memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga berbagai peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, pemerataan akses listrik menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif,” ucap Joharifin, Kamis (6/8).
Untuk mendukung penyambungan listrik di ratusan lokasi tersebut, PLN UID Jawa Barat membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46,82 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 190,18 kilometer sirkuit, serta menambah gardu distribusi dengan total kapasitas mencapai 3.750 kVA.
Infrastruktur tersebut menjadi penopang utama agar pasokan listrik dapat menjangkau kawasan yang sebelumnya belum terlayani sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah pedesaan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan jaringan listrik menghadapi berbagai tantangan. Medan yang sulit dijangkau, akses menuju lokasi yang terbatas, hingga kondisi cuaca menjadi kendala yang harus dihadapi selama proses pembangunan.
Meski demikian, PLN menyebut berbagai hambatan tersebut dapat diatasi berkat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten dan kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta dukungan masyarakat setempat.
“Keberhasilan Program Lisdes merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga manfaat listrik dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di berbagai pelosok Jawa Barat. Sinergi ini menjadi modal penting untuk terus mempercepat pemerataan akses energi di masa mendatang,” jelas Joharifin.
Program Listrik Desa menjadi salah satu langkah PLN dalam memperluas pemerataan energi hingga ke wilayah terpencil. Melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan, semakin banyak masyarakat di Jawa Barat diharapkan dapat menikmati layanan listrik yang andal untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun mendorong pertumbuhan ekonomi di daerahnya.














