Bandung (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api tetap berlangsung aman setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Sabtu (19/7) pukul 15.11 WIB.
Sebagai langkah antisipasi, KAI sempat menghentikan sementara perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi untuk memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum kereta kembali diberangkatkan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang selalu diterapkan setiap kali terjadi gempa yang berpotensi berdampak pada prasarana perkeretaapian.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat sekitar 83 kilometer di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 23 kilometer.
Getaran gempa dirasakan di lintas Cibeber–Gandasoli, tepat saat KA Siliwangi (343) memasuki Stasiun Cibeber. Kereta tiba sesuai jadwal pada pukul 15.13 WIB. Namun, perjalanan tidak langsung dilanjutkan karena petugas harus terlebih dahulu melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung operasional lainnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan maupun gangguan pada prasarana. Setelah seluruh lintas dinyatakan aman, KA Siliwangi kembali diberangkatkan dari Stasiun Cibeber pada pukul 15.34 WIB atau mengalami keterlambatan sekitar 19 menit.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa. Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. Keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar Kuswardojo dalam keterangahnya, Minggu (19/7).
Ia menjelaskan, setiap terjadi gempa yang berpotensi memengaruhi jalur kereta api, KAI akan langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan pada lintas terdampak hingga inspeksi selesai dilakukan.
“Meskipun gempa tidak mengakibatkan kerusakan pada jalur maupun bangunan prasarana, pemeriksaan tetap wajib dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko. Kami tidak akan mengoperasikan perjalanan kereta api sebelum dipastikan seluruh jalur benar-benar aman untuk dilalui,” tegasnya.
KAI Daop 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi. Menurut Kuswardojo, keputusan tersebut diambil semata-mata untuk menjamin keselamatan perjalanan.
“Kami memohon maaf atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi. Langkah ini merupakan bentuk komitmen KAI yang selalu mengutamakan keselamatan dibanding ketepatan waktu apabila terjadi kondisi luar biasa seperti bencana alam. Terima kasih atas pengertian dan kepercayaan seluruh pelanggan,” tutupnya.
Saat ini KAI Daop 2 Bandung terus berkoordinasi dengan BMKG dan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 2 tetap berjalan aman, lancar, dan andal.








