Hampir 91% Penumpang KAI Nikmati Layanan PSO dan Kereta Perintis, Tarif Tetap Terjangkau

Jakarta (BRS) – Naik kereta api masih jadi pilihan banyak orang karena harganya terjangkau. Itu tidak lepas dari dukungan Pemerintah lewat program Public Service Obligation atau PSO dan layanan Kereta Api Perintis.

Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan. Jumlah itu naik 7,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 240.805.920 pelanggan. Dari total itu, sekitar 90,79 persen atau 235.137.908 pelanggan menggunakan layanan yang termasuk PSO, KA Perintis, dan penugasan Pemerintah.

Kelompok besar ini mencakup KA jarak jauh dan lokal PSO, KAI Commuter, LRT Jabodebek, sebagian layanan KAI Bandara, LRT Sumatra Selatan, hingga KA Makassar–Parepare. Perlu dicatat, beberapa di antaranya juga mengoperasikan layanan komersial, jadi penerima subsidi tetap mengacu pada skema tiap layanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peran Pemerintah sangat membantu menjaga layanan kereta bisa dijangkau semua kalangan.

“PSO membantu menjaga tarif sejumlah perjalanan tetap terjangkau, sedangkan KA Perintis membuka dan mempertahankan akses transportasi di wilayah yang masih memerlukan dukungan Pemerintah. Kedua skema tersebut membantu masyarakat memperoleh pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Anne dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Di layanan KA jarak jauh dan lokal PSO milik KAI, jumlah penumpangnya mencapai 9.541.158 orang selama Januari–Juni 2026. Naik 8,08 persen dibanding semester I 2025 yang sebanyak 8.827.887 orang. Rinciannya, KA jarak jauh PSO mengangkut 5.958.724 pelanggan, naik 4,88 persen. Sementara KA lokal PSO melayani 3.582.434 pelanggan, naik 13,85 persen.

Kereta-kereta ini dipakai masyarakat untuk kerja, sekolah, dagang, sampai berkunjung ke keluarga. Rutenya juga menjangkau pusat pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan layanan publik di kota lain.

“Dukungan Pemerintah memberi ruang agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat dilayani dengan tarif sesuai penugasan. Keterjangkauan menjadi bagian penting dalam menjaga mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Anne.

Untuk transportasi perkotaan, KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan di Semester I 2026. Naik 6,58 persen dari 191.540.583 pelanggan tahun lalu. Sebagian rutenya dapat dukungan PSO, sebagian lagi berjalan komersial.

LRT Jabodebek juga tumbuh pesat. Sepanjang semester pertama melayani 16.018.911 pelanggan, naik 22,84 persen dibanding 13.040.403 pelanggan tahun sebelumnya. Layanan ini jadi andalan warga Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk mobilitas harian.

“Transportasi massal membantu masyarakat menjalani perjalanan harian secara lebih teratur. Dukungan dan kebijakan Pemerintah diperlukan agar pelayanan, kapasitas, integrasi, serta tarif dapat dikelola sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Anne.

Di layanan kereta bandara, kelompok PSO mengangkut 3.048.132 pelanggan, naik 3,14 persen. Terdiri dari 908.898 pelanggan KA Bandara YIA, 793.519 pelanggan KA Srilelawangsa Medan–Kualanamu, dan 1.345.715 pelanggan KA Srilelawangsa Medan–Kuala Bingai. Sementara KA Bandara YIA Xpress yang komersial melayani 434.765 pelanggan dan dicatat terpisah.

“Kereta api bandara memberikan pilihan perjalanan menuju dan dari bandara. Dukungan pada layanan tertentu membantu masyarakat memperoleh akses dengan tarif yang lebih terjangkau,” kata Anne.

Skema KA Perintis juga terus berjalan. LRT Sumatra Selatan melayani 2.206.496 pelanggan, dan KA Makassar–Parepare melayani 172.011 pelanggan. Total keduanya 2.378.507 pelanggan. Kehadiran layanan ini penting untuk membuka akses dan memperkenalkan transportasi massal berbasis rel di daerah.

“Manfaat KA Perintis berkaitan langsung dengan tersedianya akses bagi masyarakat. Kehadirannya memberikan pilihan mobilitas sekaligus mendukung pengembangan transportasi publik dan aktivitas masyarakat di daerah,” ujar Anne.

Anne menutup dengan menekankan pentingnya kerja bareng. “Dukungan Pemerintah melalui PSO dan KA Perintis membantu menjaga kereta api tetap hadir sebagai pilihan transportasi yang terjangkau, aman, dan andal. KAI menyampaikan apresiasi atas kebijakan serta kolaborasi yang menjaga akses perjalanan masyarakat di berbagai wilayah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *