Bandung (BRS) – Di era sekarang, hampir semua aktivitas masyarakat sudah berpindah ke ruang digital. Mulai dari belajar, bekerja, sampai berkomunikasi. Kondisi ini membuat literasi digital tidak lagi bisa ditunda, dan harus dimulai dari lingkungan paling dasar: keluarga.
Hal itu ditegaskan Sekretaris DP3AKB Jawa Barat Ari Antari Ratna Dewi dalam kegiatan “Penguatan Peran Media Peduli Keluarga” yang digelar di Rooftop Kantor DPRD Jabar, Senin (20/7).
“Hampir setiap aktivitas masyarakat berlangsung di ruang digital. Karena itu, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun literasi yang mampu memperkuat ketahanan keluarga di era digital,” kata Ari.
Kegiatan ini mempertemukan insan media, jurnalis, dan kreator konten dari berbagai daerah di Jawa Barat. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas mereka agar bisa mengoptimalkan media dalam membangun ketahanan keluarga di tengah derasnya arus informasi.
Dalam keynote speech, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Siti Muntamah menekankan bahwa tantangan digital saat ini membuat fungsi pengasuhan keluarga jadi semakin berat. Orang tua dituntut lebih sigap mendampingi anak.
Menurutnya, penguatan keluarga harus sejalan dengan peran media. “Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas di Jawa Barat,” ungkapnya.
Senada dengam itu, Wakil Ketua KPID Provinsi Jawa Barat Dr. Almadina Rakhmaniar menyebut keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan digital. Orang tua punya peran kunci untuk menyaring informasi dan mendampingi anak saat berselancar di internet.
“Di rumah lah anak pertama kali belajar memilah mana konten yang baik dan buruk. Kalau fondasinya kuat, anak akan lebih tahan terhadap dampak negatif ruang digital,” sebut Almadina.
Untuk mendukung itu, KPID Jabar memperkenalkan program storytelling yang rutin dilakukan sebagai media edukasi literasi digital untuk anak usia dini. Program ini dikemas sederhana agar mudah dipahami anak dan orang tua.
Peserta juga mendapat materi dari Ketua Ikatan Penyuluh KB Jawa Barat Najip Hendra. Ia mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan edukasi pembangunan keluarga. Edukasi itu harus dikemas lewat platform yang dekat dengan masyarakat saat ini, mulai dari media massa, media sosial, hingga konten kreatif.
DP3AKB Jabar berharap, melalui kegiatan ini media, jurnalis, dan kreator konten bisa terus menjadi mitra strategis pemerintah. Perannya bukan hanya menyebarkan berita, tapi juga menghadirkan informasi yang edukatif dan inspiratif.
Harapannya jelas. Dengan ruang digital yang lebih aman dan sehat, ketahanan keluarga di Jawa Barat bisa semakin kuat. Dan keluarga yang kuat akan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan Jawa Barat yang maju dan berkualitas.
Gambar: Ilustrasi AI













