Biar Layanan Makin Dekat, Psikolog Klinis Jabar Didorong Turun Langsung ke Masyarakat

Bandung (BRS) – Kesehatan jiwa warga Jawa Barat jadi perhatian serius. Akhir pekan lalu, Pemprov Jabar mendorong para psikolog klinis di puskesmas dan rumah sakit untuk memperkuat kompetensinya, sekaligus memperluas jangkauan layanan sampai ke desa.

Dorongan itu disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan Setiawan saat membuka _Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis Puskesmas dan Rumah Sakit_ di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinkes Jabar, Sabtu, akhir pekan lalu.

Workshop ini diikuti perwakilan psikolog klinis dari puskesmas dan rumah sakit se-Jawa Barat. Fokusnya dua hal: meningkatkan kemampuan praktik profesional dan memperkuat peran mereka sebagai pembimbing klinis lapangan.

“Semoga acara ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya bagi Ibu dan Bapak yang menjadi perwakilan di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota di Jawa Barat. Selamat mengikuti acara ini dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir,” ucap Samantha.

Sementara, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, memperkuat kompetensi saja tidak cukup. Psikolog klinis juga harus lebih proaktif mendekati warga.

“Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis yang harus datang ke masyarakat, nguriling, makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari zona nyaman, no,” tegasnya.

Menurut Herman, tantangan sosial di Jabar masih besar. Data menunjukkan tingkat kemiskinan 6,78 persen dan pengangguran 6,64 persen. Persoalan itu tersebar di 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, 5.312 desa, dan 645 kelurahan.

Karena itu ia berharap psikolog klinis bisa hadir di puskesmas di 5.312 desa. Dengan begitu, warga yang mengalami tekanan psikis bisa mendapat bantuan lebih cepat dan tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit.

Ia juga mengajak seluruh psikolog untuk terus mengasah kompetensi agar mampu menjawab persoalan kesehatan jiwa yang makin kompleks di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Kolegium Psikologi Klinis Indria Laksmi Gamayanti. Ia berharap Jabar bisa jadi pelopor penguatan layanan psikologi klinis di tingkat puskesmas melalui pelatihan berkelanjutan.

“Melalui berbagai pelatihan, para psikolog diharapkan semakin siap menjalankan perannya dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Indria menilai, peningkatan kompetensi adalah kunci agar psikolog klinis bisa memberikan layanan profesional dan tepat sasaran. Apalagi persoalan kesehatan jiwa kini tidak hanya terkait gangguan berat, tapi juga stres, kecemasan, hingga dampak masalah ekonomi dan sosial.

Ia juga mengapresiasi Pemprov Jabar yang memfasilitasi pelatihan ini. Menurutnya, langkah tersebut bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM kesehatan.

“Langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam menghadirkan psikolog yang semakin kompeten demi kebermanfaatan bagi masyarakat Jawa Barat,” kata Indria.

Dengan kompetensi yang kuat dan jangkauan yang lebih luas, Pemprov Jabar optimis layanan kesehatan jiwa bisa lebih merata. Bukan hanya menunggu di ruang praktik, tapi benar-benar hadir mendampingi warga, dari kota sampai desa.

 

Gambar: Ilustrasi AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *