Bandung (BRS) – Memasuki musim kemarau, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar maupun membuang sampah sembarangan di sekitar jalur rel kereta api. Imbauan ini menjadi pengingat penting agar insiden kebakaran di petak jalan Lebakjero-Nagreg pada bulan lalu tidak kembali terulang.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian karena kebakaran di sekitar jalur rel berpotensi mengganggu operasional perjalanan kereta api. Selain menimbulkan asap yang dapat mengurangi jarak pandang masinis, api juga berisiko merusak berbagai fasilitas perkeretaapian seperti bantalan rel, kabel persinyalan, perangkat telekomunikasi, hingga instalasi kelistrikan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur rel diminta lebih waspada, terutama pada musim kemarau ketika kondisi cuaca cenderung kering.
“Memasuki musim kemarau, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membakar maupun membuang sampah sembarangan di sekitar jalur rel kereta api. Tindakan tersebut terlihat sederhana, namun dapat menimbulkan kebakaran yang membahayakan perjalanan kereta api, merusak prasarana perkeretaapian, bahkan berpotensi mengancam keselamatan pelanggan, petugas, maupun masyarakat sekitar,” ucap Kuswardojo dalam keterangannya, Kamis (16/7).
Selain mencegah potensi kebakaran, KAI Daop 2 Bandung juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan jalur rel. Di antaranya rel yang mengalami deformasi atau membentuk S-Pattern, longsoran yang mendekati rel, pohon tumbang, genangan air, maupun kondisi lain yang dapat mengganggu operasional kereta api.
“Peran aktif masyarakat sangat berarti bagi keselamatan perjalanan kereta api. Apabila menemukan adanya anomali pada jalur rel, seperti rel yang bengkok berbentuk S-Pattern atau kondisi lain yang dinilai tidak aman, kami mengimbau agar segera melaporkannya kepada petugas KAI terdekat. Laporan yang cepat akan sangat membantu petugas dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi gangguan yang lebih besar,” jelas Kuswardojo.
Menurut Kuswardojo, KAI Daop 2 Bandung secara rutin melakukan inspeksi jalur, patroli prasarana, dan pemantauan intensif selama musim kemarau. Namun, luasnya wilayah operasional membuat partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan andal.
Melalui imbauan ini, KAI berharap masyarakat menjadikan kejadian di petak Lebakjero-Nagreg sebagai pelajaran bahwa aktivitas sekecil apa pun di sekitar jalur rel dapat menimbulkan risiko besar. Dengan tidak membakar sampah, tidak membuang benda yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kondisi yang membahayakan, masyarakat turut berkontribusi menjaga keselamatan perjalanan kereta api bagi seluruh pengguna jasa.














