Bandung (BRS) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus memperluas edukasi keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sekaligus mendorong terciptanya akses layanan keuangan yang lebih inklusif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta) yang kali ini menghadirkan edukasi keuangan bagi anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung di SLB Negeri A Bandung, Rabu (10/6/2026) lalu.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi OJK Provinsi Jawa Barat bersama bank bjb, PERTUNI Kota Bandung, serta Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat yang juga Certified Financial Planner, Farizy Yunaz. Melalui sinergi tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak sebagai bekal menuju kemandirian ekonomi.
Dalam rilis OJK, Kamis (2/7/2026), Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, mengatakan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap layanan jasa keuangan. Karena itu, edukasi menjadi salah satu langkah penting agar mereka semakin percaya diri memanfaatkan layanan keuangan formal.
“Literasi dan akses keuangan merupakan kebutuhan dan hak dasar bagi setiap orang. Melalui edukasi yang tepat, penyandang disabilitas diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih baik, meningkatkan kemandirian finansial, serta terhindar dari berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal,” kata Darwisman.
Ia menilai pemahaman mengenai cara mengatur pengeluaran, menyusun perencanaan keuangan, menabung, hingga mengenali investasi dan pinjaman yang legal menjadi bekal penting bagi penyandang disabilitas dalam meningkatkan kualitas hidup.
Upaya tersebut juga didasari masih adanya kesenjangan akses layanan keuangan. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), tingkat kepemilikan rekening di kalangan penyandang disabilitas masih lebih rendah dibandingkan masyarakat nondisabilitas. Akses terhadap kredit maupun pembiayaan formal pun masih perlu terus diperluas.
Melalui Program DIA KITA, OJK ingin menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan edukasi yang mudah dipahami sekaligus memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan yang aman serta sesuai kebutuhan peserta.
Selain mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, peserta juga dikenalkan dengan berbagai layanan perbankan melalui Program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu) dari bank bjb. Program tersebut dirancang untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas sekaligus memperluas inklusi keuangan di berbagai kalangan.
OJK Jawa Barat berharap kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan komunitas disabilitas dapat terus berlanjut. Dengan semakin meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, penyandang disabilitas diharapkan memiliki kemampuan mengelola keuangan secara mandiri, terhindar dari praktik keuangan ilegal, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan melalui akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya.














