Cianjur (BRS) – Kondisi geografis yang didominasi pegunungan, kawasan pantai, serta masih adanya wilayah tanpa jangkauan sinyal telekomunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal 06 Cianjur Selatan. Meski dihadapkan pada keterbatasan, para relawan komunikasi ini terus memperkuat perannya dalam mendukung pelayanan kemanusiaan dan kebencanaan di wilayah selatan Kabupaten Cianjur.
RAPI Lokal 06 membawahi empat kecamatan, yakni Sindangbarang, Naringgul, Cidaun, dan Cikadu. Dengan cakupan wilayah yang luas, organisasi ini terus berbenah agar mampu memberikan pelayanan komunikasi yang lebih optimal kepada masyarakat.
Wakil Ketua I RAPI Lokal 06 Cianjur Selatan, Asep Dewa, mengatakan saat ini terdapat sekitar 80 anggota definitif, dengan tingkat keaktifan mencapai sekitar 70 persen. Menurutnya, kepengurusan baru tengah fokus membangun kekompakan dan meningkatkan partisipasi seluruh anggota.
“Sekarang kami melangkah secara bertahap. Tidak ingin terburu-buru karena kondisi anggota berbeda-beda, baik dari sisi kemampuan maupun latar belakangnya. Yang terpenting adalah membangun kebersamaan agar organisasi bisa bergerak lebih solid,” ujarnya di sela Musyawarah Wilayah RAPI Kabupaten Cianjur, akhir pekan lalu.
Ia menilai keberadaan RAPI sangat dibutuhkan di Cianjur Selatan. Selain banyak terdapat wilayah blank spot, kawasan tersebut juga memiliki jalur pegunungan yang rawan bencana serta destinasi wisata pantai yang ramai dikunjungi saat musim liburan.
“Saat terjadi gangguan komunikasi seluler, radio menjadi sarana yang sangat efektif. Karena itu kami terus menjalin koordinasi dengan pemerintah di empat kecamatan. Respons mereka sangat baik, meski regenerasi anggota muda masih menjadi tantangan,” katanya.
Menurut Dewa, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya jangkauan komunikasi radio akibat kondisi topografi. Hal itu membuat komunikasi antaranggota masih didominasi wilayah lokal dan belum dapat menjangkau jaringan RPU Jawa Barat secara maksimal.
“Kami berharap ke depan bisa memiliki lokasi posko yang lebih strategis secara topografi, sehingga pancaran radio dapat menjangkau RPU Jabar 2 dan Jabar 3. Kami juga berharap adanya repeater agar komunikasi anggota semakin luas dan pengalaman mereka bertambah,” ungkapnya.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, anggota RAPI Lokal 06 tetap aktif menjalankan tugas kemanusiaan. Setiap musim liburan, mereka disiagakan di sejumlah objek wisata pantai di Cianjur Selatan untuk memberikan bantuan komunikasi, memantau kondisi kawasan wisata, menyampaikan informasi lalu lintas, hingga membantu mengarahkan wisatawan.
“Setiap libur panjang anggota kami selalu siaga. Kami membantu monitoring situasi pantai, memberikan informasi kepada pengunjung, sekaligus mendukung upaya pencegahan kecelakaan laut. Itulah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” tutur Dewa.
Ke depan, RAPI Lokal 06 juga membuka peluang pemekaran wilayah organisasi agar pembinaan anggota dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, terutama di kecamatan yang memiliki anggota aktif dan wilayah pelayanan yang cukup luas.









