Kredit UMKM Rp186,4 Triliun, OJK Jabar Genjot Akses Modal Pelaku Usaha

Bandung (BRS) – Pembiayaan masih menjadi kebutuhan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis. Di Jawa Barat, dukungan permodalan melalui kredit UMKM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus mengalir dan menjadi salah satu pendorong utama pergerakan ekonomi daerah.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat, hingga Maret 2026 total kredit UMKM yang tersalurkan mencapai Rp186,4 triliun kepada lebih dari 3,45 juta rekening. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran sektor keuangan dalam menopang jutaan pelaku usaha yang menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Barat.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan, akses pembiayaan yang luas menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tahan dan daya saing UMKM di tengah berbagai tantangan ekonomi.

“UMKM merupakan penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, akses pembiayaan harus terus diperkuat agar pelaku usaha memiliki ruang untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan memperluas pasar usahanya,” kata Darwisman, dikutip dari siaran pers OJK Jabar, Sabtu (13/6/2026).

Berdasarkan data OJK, sektor Perdagangan Besar dan Eceran masih menjadi penyerap kredit UMKM terbesar dengan porsi mencapai 48,52 persen. Posisi berikutnya ditempati Industri Pengolahan yang berkontribusi 15,25 persen terhadap total pembiayaan UMKM.

Sebagian besar kredit tersebut tersalurkan di wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Tingginya jumlah pelaku usaha serta kuatnya aktivitas perdagangan menjadi faktor utama tingginya kebutuhan pembiayaan di daerah-daerah tersebut.

Meski beberapa sektor mengalami perlambatan akibat meningkatnya risiko kredit, sejumlah sektor lain justru mencatat pertumbuhan yang cukup menjanjikan. Sektor Real Estate tumbuh 24,40 persen secara tahunan, sementara sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat penyaluran kredit sebesar Rp15,33 triliun atau sekitar 8,22 persen dari total kredit UMKM.

Selain kredit UMKM, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus menjadi andalan pelaku usaha kecil dalam memperoleh modal kerja maupun pembiayaan investasi. Hingga Maret 2026, penyaluran KUR di Jawa Barat mencapai Rp9,43 triliun kepada 144.406 debitur.

KUR Mikro menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp5,28 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 125 ribu pelaku usaha. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyaluran KUR terbesar ketiga secara nasional.

Darwisman menegaskan, OJK Jawa Barat tidak hanya fokus pada perluasan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat edukasi keuangan bagi UMKM melalui berbagai program literasi keuangan.

“Pelaku UMKM perlu memahami cara mengelola pembiayaan secara sehat dan bijak. Kami juga terus mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan layanan keuangan yang legal dan terdaftar, sehingga terhindar dari pinjaman online ilegal maupun investasi bodong,” tegas Darwisman.

Menurutnya, sinergi antara OJK, pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas UMKM menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat. Dengan dukungan modal yang memadai dan literasi keuangan yang baik, UMKM diharapkan semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *