Dari Cirebon, OJK Siapkan Pasukan Literasi Keuangan

Cirebon (BRS) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat dari maraknya investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga berbagai kejahatan keuangan digital. Salah satunya melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) OJK Peduli yang digelar di Cirebon, Kamis (11/6/2026), dengan melibatkan redaktur, jurnalis media massa, serta Duta Literasi Keuangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi OJK untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui para peserta yang nantinya diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan penyebar informasi yang benar di tengah masyarakat.

Asisten Manajer Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan (DLEK) OJK, Diny Sulistyowati, mengatakan rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu faktor utama yang membuat masyarakat rentan menjadi korban penipuan berkedok investasi maupun skema keuangan ilegal lainnya.

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang tergoda oleh tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa memahami risiko yang ada. Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan keuangan untuk menjaring korban.

“Banyak yang terjebak karena fear of missing out atau takut ketinggalan peluang. Begitu melihat tawaran keuntungan tinggi, langsung ikut tanpa memahami risikonya terlebih dahulu,” kata Diny.

Ia menjelaskan, literasi keuangan sejatinya tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang produk jasa keuangan. Lebih dari itu, literasi keuangan harus mampu membentuk keterampilan dan perilaku seseorang dalam mengelola keuangan secara bijak.

Melalui ToT OJK Peduli, para peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi, investasi yang aman, kewaspadaan terhadap penipuan finansial, hingga pentingnya memilih produk keuangan yang sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Diny menegaskan, masyarakat perlu membangun kebiasaan finansial yang sehat, mulai dari menyiapkan dana darurat, menabung secara rutin, hingga berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.

“Ketika literasi keuangan sudah memengaruhi perilaku seseorang, maka dia akan lebih mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diny juga mengulas konsep financial health atau kesehatan finansial yang kini menjadi perhatian dunia. Konsep ini mencakup kemampuan mengelola kebutuhan sehari-hari, menghadapi kondisi darurat, merencanakan masa depan, dan memanfaatkan peluang ekonomi secara optimal.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki kesehatan finansial yang baik akan lebih tangguh menghadapi tekanan ekonomi sekaligus tidak mudah menjadi sasaran investasi bodong maupun skema piramida.

“Literasi keuangan adalah benteng pertama masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan keuangan. Semakin tinggi pemahaman masyarakat, semakin kecil peluang pelaku penipuan untuk mencari korban,” tegasnya.

Melalui ToT OJK Peduli di Cirebon, OJK berharap lahir semakin banyak penggerak literasi keuangan yang mampu menyebarkan edukasi hingga ke tingkat komunitas. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terlindungi dari kerugian finansial, tetapi juga semakin dekat menuju kesejahteraan dan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *