KBB (BRS) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menargetkan ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai hadir dan beroperasi di berbagai daerah pada medio 2026. Sebanyak 3.600 koperasi ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 sebagai bagian dari program nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan optimistis target tersebut bisa tercapai. Menurutnya, keberadaan koperasi bukan sekadar simbol ekonomi kerakyatan, tetapi akan menjadi pusat layanan kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Hal itu disampaikan Erwan saat mengikuti secara daring peluncuran 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah di KDKMP Desa Cilame Perum, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (16/5/2026).
Erwan mengatakan, koperasi nantinya diharapkan mampu memangkas berbagai persoalan distribusi kebutuhan pokok yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Mulai dari kelangkaan gas LPG hingga kesulitan mendapatkan bahan pangan, diharapkan dapat teratasi dengan hadirnya koperasi di setiap wilayah.
“Jadi tidak ada lagi ke depan alasan masyarakat sulit mendapatkan gas LPG, sulit membeli beras dan lain sebagainya,” kata Erwan, dikutip dari siaran pers Diskominfo Jabar, Senin (18/5/2026).
Erwan menilai, koperasi yang tersebar hingga pelosok desa akan memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau dan distribusi yang lebih merata. Selain itu, koperasi juga diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam aktivitas usaha dan distribusi barang.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut peluncuran ribuan koperasi tersebut sebagai langkah besar dalam penguatan ekonomi rakyat. Ia menegaskan, koperasi yang diresmikan bukan hanya sebatas konsep, melainkan sudah memiliki infrastruktur dan sistem operasional yang siap berjalan.
“Gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pick up, ada kendaraan roda tiga,” ucap Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, percepatan pembangunan koperasi menjadi bukti bahwa program tersebut dijalankan secara serius. Dalam waktu kurang dari satu tahun, pemerintah mampu mengoperasikan lebih dari seribu koperasi di sejumlah daerah.
“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” ucapnya.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan, berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, saat ini secara fisik lebih dari 9.000 koperasi di berbagai wilayah Indonesia telah siap beroperasi.
Ia menilai capaian itu menunjukkan kemampuan Indonesia dalam membangun sistem distribusi pangan dan kebutuhan masyarakat secara mandiri. Menurutnya, upaya menjamin ketersediaan pangan bagi ratusan juta penduduk bukan pekerjaan mudah, namun dapat diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
“Kita berhasil. Menjamin pangan untuk 280 juta rakyat bukan pekerjaan ringan,” tegasnya.








