Jakarta (BRS) – Di balik meningkatnya aktivitas belanja daring dan pengiriman barang, layanan angkutan retail PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan peran yang semakin strategis dalam menjaga pergerakan logistik nasional. Sepanjang triwulan I 2026, volume angkutan retail tercatat mencapai 61.187 ton, naik dari 60.544 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan peningkatan volume, tetapi juga perubahan pola distribusi yang semakin mengandalkan moda transportasi berbasis rel. Kereta api dinilai mampu menghadirkan pengiriman yang lebih stabil, terutama di tengah kebutuhan distribusi yang menuntut ketepatan waktu dan efisiensi biaya.
Dalam keterangannya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai layanan ini menjadi penghubung penting dalam rantai pasok modern.
“Setiap pengiriman yang dilakukan melalui kereta api membawa manfaat bagi banyak pihak, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat yang menerima barang dengan lebih cepat dan terjangkau,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Dalam praktiknya, angkutan retail KAI terintegrasi dengan ekosistem logistik berbasis kemitraan B2B. Layanan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari alur distribusi yang melibatkan perusahaan ekspedisi, platform e-commerce, hingga pusat pemenuhan pesanan.
Dari sisi pelaku usaha, terutama UMKM, keberadaan layanan ini membuka peluang distribusi yang lebih luas tanpa harus terbebani biaya logistik tinggi. Produk-produk lokal kini memiliki akses yang lebih baik untuk menjangkau pasar di berbagai wilayah, dengan waktu pengiriman yang lebih terjaga.
Sementara bagi konsumen, kehadiran layanan ini terasa melalui pengiriman paket yang lebih teratur dan dapat diandalkan. Stabilitas distribusi ini turut berkontribusi pada ketersediaan barang di pasar, sekaligus menjaga ritme aktivitas ekonomi sehari-hari.
Keunggulan utama kereta api terletak pada kepastian jadwal dan kapasitas angkut yang konsisten. Hal ini menjadi faktor penting bagi mitra logistik dalam menyusun strategi distribusi yang lebih terukur, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
“Angkutan retail menjadi bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan logistik yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Kami terus menjaga kualitas layanan agar distribusi barang berjalan lancar dan manfaatnya dirasakan luas,” pungkasnya.














