Bandung (BRS) – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan PT Bio Farma (Persero) untuk memperluas kepedulian sosial kepada masyarakat. Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor kesehatan itu menyalurkan bantuan sosial dengan total nilai lebih dari Rp2,02 miliar melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan kemanusiaan.
Penyaluran bantuan tersebut bersumber dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan serta kontribusi karyawan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bio Farma. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara buka puasa bersama jajaran komisaris, direksi, dan karyawan yang digelar di Bandung pada Jumat (6/3), dengan tema “Menunaikan Amanah, Menyambut Berkah di Bulan Ramadhan.”
Ramadan, bagi Bio Farma, bukan sekadar momen ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Komisaris Utama Bio Farma, Tugas Ratmono, menegaskan bahwa tanggung jawab sosial merupakan bagian penting dari peran perusahaan milik negara.
Ia berharap berbagai bantuan yang disalurkan melalui TJSL dan UPZ Bio Farma dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat nilai integritas, amanah, dan kepedulian sosial. Sebagai BUMN, kami ingin terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Bio Farma, Senin (9/3/2026).
Hal senada disampaikan Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, yang menilai keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi sosial yang diberikan.
Menurutnya, perusahaan berupaya memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ramadan menjadi saat yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Bio Farma percaya keberhasilan perusahaan juga ditentukan oleh sejauh mana kami mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” kata Shadiq.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga dukungan bagi kelompok rentan.
Program beasiswa bagi mahasiswa binaan UPZ Bio Farma menjadi salah satu bantuan terbesar dengan nilai Rp600 juta. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebesar Rp500 juta serta dukungan kegiatan Ramadan senilai Rp320 juta.
Bantuan lain yang disalurkan antara lain paket sembako senilai Rp200 juta, santunan bagi marbot masjid Rp160 juta, serta santunan bagi anak yatim sebesar Rp100 juta.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Bio Farma juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp50 juta. Program pemberdayaan lainnya adalah bantuan kambing perah “Mustahik to Muzakki” senilai Rp50 juta yang ditujukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan melalui santunan bagi penyandang disabilitas sebesar Rp25,5 juta serta dukungan bagi dua rumah singgah dengan total bantuan Rp20 juta.
Salah satu penerima manfaat program beasiswa, Riza Khoiriul Amri, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan Bio Farma kepada para mahasiswa binaan.
Ia mengatakan program tersebut membantu mahasiswa, khususnya yang merantau dari daerah, untuk mendapatkan lingkungan pembinaan yang mendukung perkembangan akademik maupun keagamaan.
“Melalui program ini kami mendapat lingkungan yang suportif untuk berkembang, baik dalam pembinaan keislaman maupun pengembangan keterampilan,” ujarnya.
Melalui berbagai program sosial tersebut, Bio Farma menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial Ramadan, program TJSL yang dijalankan perusahaan diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya ketahanan kesehatan nasional yang lebih inklusif.













