Serapan Gabah Bulog Jabar Melonjak, Awal Maret Tembus 125 Ribu Ton

Bandung (BRS) – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan dalam pengadaan gabah petani pada awal Maret 2026. Hingga 8 Maret 2026, realisasi serapan telah mencapai 125.910 ton setara beras, atau sekitar 18,13 persen dari target pengadaan tahun ini yang ditetapkan sebesar 694.432 ton setara beras.

Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung target nasional pengadaan gabah yang dipatok pemerintah mencapai 4 juta ton pada 2026. Momentum bulan suci Ramadan pun tidak mengurangi intensitas upaya penyerapan gabah dari petani di berbagai wilayah Jawa Barat.

Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat (Jabar), Nurman Susilo, menegaskan bahwa pihaknya justru memperkuat langkah pengadaan selama Ramadan guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Bulan suci Ramadan tidak mengurangi intensitas kami dalam melaksanakan pengadaan gabah. Kami akan menyerap gabah sebanyak mungkin dan seoptimal mungkin,” kata Nurman di Bandung, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, BULOG membeli Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Menurut Nurman, capaian pengadaan tahun ini menunjukkan perkembangan yang jauh lebih cepat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di mama pada 9 Maret 2025 lalu, serapan BULOG Jawa Barat baru mencapai 32.086 ton setara beras, namun pada akhir tahun target pengadaan tetap berhasil terpenuhi.

“Kami tetap optimistis dapat mencapai target pengadaan 2026. Capaian saat ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, mitra pengadaan, mitra penggilingan, hingga kelompok tani di Jawa Barat,” tegas Nurman.

Di sisi lain, BULOG Jawa Barat juga memastikan ketersediaan beras tetap aman di tengah isu meningkatnya pembelian masyarakat atau panic buying yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.

Nurman menyebutkan, stok beras yang saat ini dikuasai BULOG di Jawa Barat mencapai 592.795 ton setara beras, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan.

“Tidak ada masalah dengan ketersediaan beras. Stok kami aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun terjadi peningkatan permintaan secara tiba-tiba,” ungkapnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, BULOG juga menyiapkan sejumlah instrumen penyaluran, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta Pasar Murah yang rutin digelar di berbagai daerah.

Selain itu, seluruh kantor cabang BULOG di wilayah Jawa Barat telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Dengan percepatan serapan gabah serta stok beras yang dinilai mencukupi, BULOG Jawa Barat optimistis stabilitas pangan di daerah tetap terjaga, sekaligus memberikan perlindungan harga bagi petani dan kepastian pasokan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *