Bandung (BRS) – Pemerintah Kota Bandung kembali menggulirkan Bazar Murah Utama (Bazmut) sesi II pada 2–6 Maret 2026. Program yang digelar di 15 kecamatan ini diposisikan bukan sekadar agenda rutin menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, melainkan instrumen pengendalian inflasi dan penguatan daya beli warga.
Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Pemkot memastikan distribusi bahan pokok strategis tetap terjaga di tengah tren peningkatan kebutuhan menjelang Lebaran.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyebut sesi kedua ini dirancang untuk menjawab lonjakan permintaan masyarakat.
“Bazar sesi kedua ini akan kami laksanakan pada 2–6 Maret 2026 menjelang Lebaran. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” kata Ronny, Minggu (1/3/2026).
Beragam komoditas disiapkan dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, hingga daging. Skema harga murah ini terwujud melalui kolaborasi dengan mitra strategis seperti Bulog, Pertamina, serta sejumlah jaringan ritel modern.
Di setiap titik, sekitar 10 tenda akan melayani masyarakat. Pemerintah memastikan ketersediaan stok aman selama pelaksanaan bazar berlangsung. “Kami pastikan stok aman dan harga terjangkau,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada stabilitas harga, Bazmut juga menjadi ruang penguatan ekonomi lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan kecamatan diberi panggung untuk memasarkan produk unggulannya. Dengan demikian, perputaran uang tidak hanya terjadi di sektor kebutuhan pokok, tetapi juga mendorong geliat ekonomi warga.
Selain itu, sejumlah layanan publik turut dihadirkan dalam satu lokasi. Warga dan pelaku usaha dapat mengakses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga layanan perizinan dari DPMPTSP. Integrasi layanan ini diharapkan mempermudah pelaku usaha memperkuat legalitas dan daya saingnya.
Ronny menegaskan, intervensi pasar melalui Bazmut merupakan bagian dari strategi menjaga inflasi daerah tetap terkendali. “Kami ingin masyarakat terbantu, UMKM bergerak, dan inflasi daerah tetap terkendali,” tuturnya.
Adapun jadwal dan lokasi Bazmut sesi II sebagai berikut:
2 Maret 2026
• Kecamatan Andir – Taman Tematik
• Kecamatan Gedebage – Halaman Kantor Kecamatan Gedebage
• Kecamatan Sumur Bandung – Depan Kantor Kecamatan Sumur Bandung
3 Maret 2026
• Kecamatan Astanaanyar – Halaman Kantor Kecamatan Astanaanyar
• Kecamatan Cibeunying Kaler – Samping GOR C-Tra Lapang Hokie
• Kecamatan Bojongloa Kidul – Halaman Parkir Toko Sepatu Grutty
4 Maret 2026
• Kecamatan Sukasari – Halaman Kantor Kecamatan Sukasari
• Kecamatan Cidadap – Lapang Taman Kolam Depan Kelurahan Ciumbuleuit
• Kecamatan Cinambo – Halaman Kantor Kecamatan Cinambo
5 Maret 2026
• Kecamatan Regol – Depan Kantor Kelurahan Cigereleng
• Kecamatan Panyileukan – Halaman Kantor Kelurahan Mekarmulya
• Kecamatan Babakan Ciparay – Halaman Kantor Kelurahan Cirangrang
6 Maret 2026
• Kecamatan Rancasari – Halaman Kantor Kecamatan Rancasari
• Kecamatan Antapani – Lapang Gasmin
• Kecamatan Cicendo – Taman Pandawa
Dengan pola sebaran di berbagai wilayah, Pemkot berharap intervensi harga dan penguatan ekonomi lokal dapat dirasakan merata oleh warga Kota Bandung.














