OJK Jabar Ajak PUJK Syariah Perkuat Literasi Lewat GERAK Syariah Ramadan

Bandung (BRS) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah berperan aktif mengampanyekan program nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) selama Ramadan 1447 H sebagai langkah memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, dalam pertemuan konsolidasi bersama PUJK Syariah di Hall Padjajaran Kantor OJK Jawa Barat, pekan lalu. Pertemuan ini menjadi forum penguatan sinergi industri keuangan syariah daerah dalam mendukung gerakan edukasi nasional bertema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah.”

Darwisman menegaskan, GERAK Syariah diarahkan sebagai gerakan berkelanjutan yang tidak sebatas agenda seremonial Ramadan, melainkan momentum memperkuat ekosistem keuangan syariah di daerah.

Ia menjelaskan, melalui GERAK Syariah masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal produk keuangan syariah, tetapi juga memahami prinsip dasarnya agar mampu bertransaksi dan berinvestasi secara aman, sesuai syariah, serta terhindar dari praktik keuangan ilegal. Karena itu, keterlibatan aktif PUJK Syariah dinilai krusial untuk memperluas jangkauan edukasi secara masif.

Sebagai program tahunan OJK, GERAK Syariah berfokus pada peningkatan pemahaman sekaligus pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara optimal. Tahun ini, kampanye menghadirkan dua agenda utama, yakni KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan) yang mendorong generasi muda memproduksi konten edukatif kreatif di media sosial, serta KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) berupa rangkaian kajian, talk show, dan pelatihan bersama tokoh agama, akademisi, dan komunitas.

Melalui kolaborasi OJK dan PUJK Syariah di berbagai kabupaten/kota, program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat Jawa Barat, memperkuat perlindungan konsumen, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *