Bandung (BRS) – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya semarak lampion dan atraksi barongsai, tetapi juga beriringan dengan tradisi munggahan masyarakat Jawa Barat menjelang Ramadan yang ikut mendongkrak mobilitas perjalanan.
Momentum pertemuan dua tradisi besar, yaitu imlek dan munggahan, menciptakan lonjakan pergerakan penumpang selama long weekend. Dalam lima hari periode libur, tercatat 87.629 pelanggan KA Jarak Jauh (KAJJ) berangkat dari wilayah Daop 2 Bandung. Angka ini melampaui kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 67.510 kursi, dengan tingkat okupansi mencapai 129,1 persen.
Munggahan, yang identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga sebelum memasuki bulan Ramadan, ikut mendorong banyak warga yang memilih pulang ke kampung halaman atau melakukan perjalanan silaturahmi menggunakan kereta api.
Di sisi lain, perayaan Imlek turut menjadi alasan perjalanan wisata maupun kunjungan keluarga. Kombinasi keduanya membuat stasiun-stasiun utama di wilayah Daop 2 dipadati penumpang sejak awal libur.
Stasiun Bandung menjadi titik dengan volume tertinggi, mencatat 29.085 pelanggan berangkat dan 28.781 pelanggan datang. Disusul Stasiun Kiaracondong dengan 15.186 pelanggan berangkat dan 14.992 pelanggan datang. Pergerakan signifikan juga terlihat di Stasiun Cianjur, Tasikmalaya, Cipatat, Garut, hingga Banjar.
Di tengah lonjakan tersebut, suasana stasiun terasa lebih hangat dan meriah. Sejumlah stasiun seperti Banjar, Tasikmalaya, Garut, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, dan Padalarang dihiasi dekorasi khas Imlek berupa lampion merah dan ornamen bernuansa emas, ditambah atraksi barongsai di Stasiun Bandung menjadi daya tarik tersendiri, menghibur pelanggan yang tengah menunggu keberangkatan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya okupansi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi andalan di momen-momen penting.
“Long weekend kali ini sangat spesial karena berdekatan dengan tradisi munggahan. Kami melihat adanya peningkatan perjalanan keluarga untuk bersilaturahmi. KAI berkomitmen menjaga keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan,” ungkapnya saat ditemui di Stasiun Bandung, Selasa (17/2/2026).
KAI Daop 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan berjalan sesuai jadwal dengan penguatan pelayanan di stasiun serta optimalisasi petugas di lapangan. Pelanggan juga diimbau untuk datang lebih awal, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta mematuhi aturan demi kelancaran bersama.
Perpaduan semarak Imlek dan hangatnya tradisi munggahan menjadi potret keberagaman budaya yang berjalan beriringan di Jawa Barat.
Di tengah padatnya arus perjalanan, kereta api kembali menjadi penghubung cerita mengantarkan ribuan pelanggan menuju keluarga, kebersamaan, dan awal yang penuh harapan.









