Jakarta (BRS) – KAI Group mencatat 452,6 juta pelanggan menggunakan layanan kereta api bersubsidi sepanjang 2025. Program Public Service Obligation (PSO) yang dijalankan atas penugasan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan ini berperan menjaga akses transportasi publik yang terjangkau dan merata di berbagai wilayah.
PSO memastikan layanan kereta tetap hadir di berbagai segmen perjalanan, mulai dari komuter perkotaan, perjalanan regional, hingga antarkota. Kebutuhan tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang menunjukkan mobilitas antardaerah dan aktivitas komuter di kawasan perkotaan masih tinggi, sehingga transportasi massal berbasis rel tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh PSO, tercatat 11.418.824 pelanggan sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 11.133.268 pelanggan pada 2024. Layanan ini mendukung perjalanan masyarakat untuk kebutuhan kerja, pendidikan, sosial, hingga mobilitas rutin antardaerah.
Kereta Api Lokal PSO juga mencatat pertumbuhan, dengan 6.225.944 pelanggan sepanjang 2025, naik dari 5.375.104 pelanggan pada tahun sebelumnya. Layanan ini berperan menghubungkan kawasan permukiman, sentra produksi, dan pusat aktivitas ekonomi daerah.
Di wilayah perkotaan, layanan komuter PSO yang dikelola KAI Commuter melayani 400.737.915 pelanggan sepanjang 2025. Layanan tersebut mencakup Commuter Line Jabodetabek, Area I Jakarta, Area II Bandung, Area VI Yogyakarta, Area VIII Surabaya, hingga Commuter Line Basoetta yang menjadi tulang punggung mobilitas harian masyarakat kota.
Dukungan PSO juga hadir pada LRT Jabodebek yang melayani 28.816.787 pelanggan sepanjang 2025. Moda ini memperkuat konektivitas kawasan Jabodetabek melalui sistem transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan moda lain.
Pada sektor konektivitas bandara, Kereta Api Bandara PSO melayani 5.456.033 pelanggan sepanjang 2025, meningkat dari 4.668.091 pelanggan pada 2024. Layanan ini mencakup KA Bandara Srilelawangsa di Medan serta KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut pelaksanaan PSO sebagai bentuk sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan operator perkeretaapian.
“Penugasan PSO memastikan layanan kereta api tetap dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah. Tingginya jumlah pelanggan mencerminkan kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang andal dalam mendukung mobilitas harian, regional, hingga perkotaan,” kata Anne,
Ke depan, KAI Group akan terus menjalankan penugasan PSO melalui peningkatan keandalan operasi, integrasi layanan, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah agar manfaat transportasi publik berbasis rel semakin luas dirasakan masyarakat.














